Ber-Adu dalam Memori ke-122

Di bulan Puasa ini betapa nikmatnya karunia Allah SWT, karena kita dapat merasakan nikmatnya berbuka puasa bersama keluarga. Makanan untuk berbuka puasa ini sudah terkenal keseluruh Nusantara, mulai dari kalangan bawah hingga kalangan atas. Terbuat dari “dele” (bhs jawa) namun rasanya hmmm… nikmat.
Bahkan dari nama makanan itu oleh M.Jusuf menjadi sebuah judul lagu yang apik dan jenaka.
Pertanyaan :
1. Judul lagu apakah itu?
2. Siapa penyanyinya?


Jawaban BdM edisi 121 dimenangkan oleh Mas SimonBSD yaitu 1) Di Tepinya Sungai Serayu, dan 2) Soetedjo.

8 Comments

Filed under jadul 60-70, Musik, tak berkategori

8 Responses to Ber-Adu dalam Memori ke-122

  1. Kayaknya yang dimaksud ini adalah lagu “Tahu Tempe” yang dinyanyikan oleh Oslan Husein. Lagu yang sangat familiair ditelinga saya sejak awal 1960an.

  2. 1) Tahu Tempe
    2) Oslan Husein

  3. bambang

    paraf absen ..

    no 2 Oslan Husein
    no 1 Tahu Tempe

  4. Martinus Tjitrasoemarta

    Ikut berpartisipasi biar tambah guyub.

    1. Tahu Tempe
    2. Oslan Husein.

    Pada kesempatan ini saya juga ingin mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi semua pecinta Sukoasih yang menjalankannya

    Salam untuk pak Wandi, bu Nani, pak Marno, pak Rojak, mas Ananto, pak Soedja’i, pak Priyonggo, mas Ananto dan semua saja yang sedang menjalankan puasa.

    Salam,
    Martinus

  5. Martinus Tjitrasoemarta

    Bu Nani,

    Dereng bu. Taksih kedah sadeyan gineman. Mugi ibu sabrayat tansah pinaringan karahajengan saking Gusti.

    Nuwun sewu bu. Punapa ibu kagungan lagu ingkang kala rumiyin dipun kidungangaken dening Patty Bersaudara (manawai kula boten klentu). Kula boten mangertos nami irah-irahan lagu ingkang sinebat ananging syairipun kinten-kinten makaten:

    Janganlah terlalu bersedih.
    Hapuslah titik air mata
    Walaupun akhirnya kulepas nyawaku
    Korbankan demi nusa bangsa

    Kuhidup hanya sampai esok pagi
    Namun cintaku abadi

    Pabila diriku t’lah tiada
    Anggaplah diriku menjelma
    Kelapa yang tumbuh di tepi lautan
    ‘Kan lekat di sepanjang masa …..

    Matur nuwun saderengipun.

    Salam pasadherekan,
    Martinus

    • Nani Widjiati

      Boten mangertos lan boten gadah pak, mbok menawi kadang Sukoasih sanesipun kagungan. Pak Wandi, Pak Marno, mbok bilih kagungan, mangga kula aturi minangkani pamundutipun Pak Martinus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.