Ber-Adu dalam Memori ke-6

Beradu dalam Memori (BdM) kali ini hadir dengan pertanyaan seperti berikut ini:

1. Lagu anak ini oleh penciptanya (lahir 26-03-1908/untuk mengenang beliau) di-ilhami oleh kejadian genteng bocor akibat derasnya air jatuh dari langit.

Pertanyaan : Apa nama lagu itu?

2. Alunan musik yang indah dan memukau ini tidak hanya dimainkan oleh Henry Mancini, Richard Clayderman, Andre Rieu, Kenny G, etc. Musik ini sebagai backsound dari sebuah film percintaan yang sangat terkenal.


Pertanyaan : Musik yang indah itu dimainkan oleh siapa?


Jawaban BdM edisi ke-5 adalah : 1) Johan Untung [dijawab benar oleh Mas Simon BSD, dan 2) Tjing Tulungan – Lilis Surjani [dijawab benar oleh Mas Wijono, Mas SimonBSD, Mas Denny dan Mas Bambang]. Makasih ya.

11 Comments

Filed under jadul 60-70, Musik, tak berkategori

11 Responses to Ber-Adu dalam Memori ke-6

  1. Simon. BSD City

    No. 1. Tik tik bunyi hujan, ciptaan Ibu Soed

  2. no. 2. love theme from “romeo & juliet” dimainkan nino rota

    • sukoasih

      Pagi mas Wijono, mesti pernah nonton Romeo Juliet ini. Dos pundi kawontenan mriki , sampun kondusif. Sy ikut prihatin atas insiden kemarin

      • sugeng enjang ugi, rakamas Wandi, matur nuwun awit kawigatosanipun, miturut kabar pancen sanget nggegirisi, namung sakmangke sampun lerem, kok 🙁

        rikala film “romeo & juliet” dipun puter ing “daddy” lan “up” kula taksih smp, dados ningalinipun pas sampun sma wonten ing ngayogyakarta tahun 70-an.
        rikala semanten nembe rame-ramenipun dipun wonteni “extra show”, bioskop mirah [dipun puter tabuh kalih siang] utaminipun kangge pelajar-mahasiswa 😀

        • sukoasih

          Mugi enggalo pikantuk pepadhang saking Allah swt. Wah terus ingat deddy, up, fadjar, solo. Waktu itu kalau ada gala primeir sy sempatkan nonton.

          • Nani Widjiati

            Waduuuh, bicara tentang Deddy dan UP kok langsung ingat prapatan Pasar Pon ya. Sewaktu film tsb diputar, saya masih piyik ( dereng gaduk kuping he he ), jadi belum bisa dan belum boleh nonton.
            Di awal 70an, Solo sering ada extra show juga. Dulu saya pernah nonton di selatan Pasar Singosaren ( nama gedung bioskopnya lupa/mungkin Fajar ). Pulang sekolah, ganti baju, terus rame2 sepeda-an dng teman2 kesana.
            —————————————
            Kalau yang di selatan Ps Singosaren itu bioskop yang sering mutar film Hindia. Fajar itu dekat Balaikota, terus ada lagi yang di Warung Miri terus belakangan ada di dekat Ps Gemblegan.

          • kalau tdk salah yg selatan pasar singosaren “bioskop trisakti”, trus kalau di gemblegan “bioskop wijaya” 🙂

            sekarang kayanya sdh pada hilang dan ganti era “studio-21” atau “studio-xxi” yvnempel di pusat perbelanjaan.
            mungkin gedung bioskop sekarang kalau masih model dulu [membujur panjang, tdk ada penyejuk ruangannya, pakai kursi rotan yg banyak “tinggi”-nya] maka ga akan ada yg nonton 😉 😀

          • Bambang

            Ha ha .. Mas Wi kok ya mengingatkan masa lalu .. jika nonton bioskop klo punya uang ya cari klas satu dibelakang , klo nggak ada uang ya klas tiga duduk paling depan (yg sering ya klas ini) , pulang nonton mata blolok en , belum lagi hrs membawa landasan bokong klo nggak ya siap2 digigit tinggi ,kok dimana2 ya sama ;korsinya rotan tingginya buanyak , tapi anehnya sekarang kok nggak ada ya binatang itu .. punah ? salam jadul 🙂 😀

  3. No 1. Lagu anak-anak “Hujan” pencipta Ibu Sud.
    “Tik tik tik bunyi hujan diatas genteng
    Airnya turun tidak terkira
    Cobalah tengok dahan dan ranting
    Pohon dan kebun basah semua”

    No 2. Tidak tahu jawabannya.
    Terima Kasih.

  4. Bambang

    No 2 A time for us – Engelbert Humperdink (theme song fim Romeo & Juliet)

    No 1 Tik tik bunyi hujan ( ibu sud) – yenny

    ikan lele mati dipukul , sudah sore mas soekiwi kok belum muncul .. 😉

    mas Indra lagi sibuk kayaknya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.