Category Archives: Musik

Beksan (Tari) Gambyong

Tari beksan Gambyong merupakan salah satu jenis tari tradisional yang berasal dari daerah Surakarta Hadiningrat. Dari awal tari ini hanyalah sebuah tarian jalanan (teledek) atau tarian rakyat.
Tari Gambyong diambil dari sebuah nama seorang penari kondang yang bernama Sri Gambyong. Sebagai penari ia mempunyai suara yang sangat merdu dan keluwesan dalam gerak menari.
Oleh raja kasunanan Surakarta Paku Buwana IV, Sri Gambyong diminta untuk pentas menari dilingkungan keraton. Sejak saat itulah tarian Sri Gambyong dinamakan “Tari Gambyong”.
Tari Gambyong pada penampilannya terbagi menjadi 3 bagian yaitu gerakan awal (maju beksan), gerakan utama (beksan), dan gerakan penutup (mundur beksan). Gerakan yang bertempo pelan dan lemah gemulai menggambarkan sebuah kelembutan dan keindahan seorang wanita. Pandangan mata penari sering meliat kearah jari tangan seiring dengan gerakan tangannya, pun gerakan kaki dan tangan bergerak secara harmonis mengikuti irama kendang dan alunan musik gamelan sebagai pengiring yang biasanya dengan gending ladrang Pangkur.
Silahkan simak dan ikuti Tari Gambyong dengan seksama gerak dan kiprahnya yang lembut dan indah. 

Leave a Comment

Filed under Budaya, seni tari

Gending cipta karya Ki. Tjokrowasito

Ki. Tjokrowasito empu karawitan telah banyak menelorkan karya-karyagending seperti Kae Lho, Gembiroloka, JaJaJa. Sebelum wafat tepatnya tanggal  30 Agustus 2007 atau berusia 104 tahun, Ki. Tjokrowasito meninggalkan pesan yang tertulis di Monumen Tapak Prasasti Ki. Tjokrowasito “Lestarikan seni klasik Jawa sebelum kita tercerabut dari akar budaya”
Berikut gending-gending dolanan karya Ki. Tjokrowasito.

  1. Kae Lho
  2. Ja Ja Ja
  3. Sepur Truthug
  4. Jaran Teji
  5. Padhang Bulan

3 Comments

Filed under Budaya, gendhing jawa, Musik

Tari Pendet

JNQENa.jpg
Gending pengiring Tari Pendet yaitu Petegak Pendet.

Tari Pendet mempunyai hubungan erat dengan adat agama, Pendet diturunkan dari kata “Pendeta” yang berfungsi sebagai media dikala manusia melakukan upacara keagamaan manembah Tuhan. Pendeta juga berarti orang yang menjadi pimpinan agama.
Tari Pendet berciri gerakan yang khas tentang kehalusan jiwa tertuang dalam dalam lemah gemulainya gerak tangan dan sikap melukiskan seorang Pendeta yang sedang memuja keagungan Tuhan, atau menggambarkan orang Hindu Bali selagi melaksanakan upacara sembahyang di pura.
Bentuk tari Pendet tergolong klasik yang pada mulanya khusus sebagai tarian upacara dewa, namun sekarang dipergunakan juga untuk menyambut tamu agung atau sewaktu-waktu sebagai pertunjukkan yang umum di tarikan secara masal atau di tarikan oleh lebih dari satu penari putri.

Leave a Comment

Filed under Budaya, Musik, seni tari

Dendang Lebaran – Suara Takbir

Siti Nurhaliza dalam lagu dendang lebaran yaitu Air Mata Syawal, Anugerah Aidilfitri, Bila Hari Raya Menjelma, Mekar Hari Raya, Meriah Suasana Hari Raya. Nazam Lebaran, Sesuci Lebaran dan Suara Takbir.

2 Comments

Filed under Audio, jadul 60-70

Selamat Jalan Didi Kempot Maestro Campursari

imagebam.com

Telah berpulang kerachmatullah dengan tenang Maestro Didi Kempot dalam usia 53 tahun pada hari Selasa tanggal 5 Mei 2020 pukul 07.30 WIB. Semoga husnul khotimah.
Selamat Jalan Didi Kempot, The Lord Didi, My Father of Broken Heart, tenanglah di hadapanNya, aku disini akan tetap berdendang nyanyian Campursari.


Didi Kempot atau nama aslinya Dionisius Prasetyo adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu-lagu Campursari asal dari Surakarta. Almarhum merupakan anak pelawak Ranto Edi Gudel (Mbah Ranto) dan adik dari pelawak senior Srimulat Mamik Prakoso.
Lagu-lagunya bertemakan tentang kesedihan, cinta dan patah hati.
Didi bisa membuktikan kepada kita semua bahwa budaya nenek moyang bisa diimplementasikan berbarengan dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini. Konsisten sebagai aset bangsa yang ingin agar budaya asli ini tidak luntur tergilas kejamnya peradaban teknologi. Sebagai penghibur papan atas yang lahir dari bawah ini bisa membuai telinga pendengarnya.
Ajakan Didi Kempot dalam bahasa Jawa yang kurang lebih seperti ini: “Ojo isin karo budayane dhewe nggih Mas, seneng musik rock monggo, seneng musik reggae monggo, seneng musik heavy metal nggih monggo, tapi ampun pernah isin nyanyi Campursari, wong Jowo ampun ngantos kelangan Jowone”.

“Ojo Mudik” adalah lagu yang ia nyanyikan dan karang terakhir, terkait dengan Corona. Lagunya sederhana yang diulang-ulang bagaikan sebuah nyanyian yang bisa mempersuasi orang untuk tidak mudik.
Selamat Jalan The Godfather of Broken Heart.

Leave a Comment

Filed under Renungan, tembang jawa, Uncategorized

Seleksi Sukses Tetty Kadi dan Ernie Djohan

imagebam.com
Berikut ini beberapa tembang tempo doeloe oleh Tetty Kadi dan Ernie Djohan yang begitu populer di era 60-70an.
Diusianya yang masih belia Tetty Kadi pertama kali bernyanyi di negeri tetangga Singapura dengan lagunya Sepanjang Jalan Kenangan. Berkat asuhan dari A. Riyanto, Tetty Kadi mampu berdendang dengan apik, dan di tahun 1967 keluarlah album kedua dengan Pulau Seribu, yang selanjutnya album berikutnya berjudul Teringat Selalu.
Begitu pula, Ernie Djohan dalam usianya yang baru belasan tahun sudah mampu menampakkan kebolehannya dalam hal tarik suara. Lagu dengan single Surya Gemilang ciptaan Saiful Bahri sebagai album perdana yang direkam di Singapura merupakan awal beranjaknya karier Ernie.
Inilah beberapa lagu dari Tetty Kadi dan Ernie Djohan pada album Seleksi Sukses Tetty Kadi dan Ernie Djohan.

3 Comments

Filed under jadul 60-70

Gamelan Kyai Kanyut Mesem – Karawitan Langenpraja Mangkunegaran

Gamelan Kyai Kanyut Mesem yang tersimpan di Pura Mangkunegaran ini sudah berusia 200 tahun lebih. Konon Gamelan tersebut dibawa dari Demak ke Keraton Mangkunegaran menggunakan gerobak. Oleh Sunan Kalijaga gamelan itu digunakan untuk mensiarkan agama Islam di tanah Jawa.
Untuk mendengarkan alunan suara gamelan yang bersejarah tersebut berikut gendhingan yang dimainkan oleh Karawitan Langenpraja dengan swarawati Ngabei Setyolaras, Shintolaras, Ronggolaras dan Trimurti dibawah asuhan R.M. Tarwo Sumosutargo.

  1. Gdh. Mesem – Ldr. Sri Sadono Sl.9
  2. Gdh. Srikastowo – Ldr. Basuki – Ktw. Sitomardowo Pl.Br
  3. Ayak-ayak Kaloran Sl.

3 Comments

Filed under gendhing jawa, Musik

Satrio Piningit |Koko Thole|

imagebam.com
Koko Thole yang mempunyai nama asli Joko Priyono adalah sebagai penyanyi musik campursari dan keroncong. Keroncong merupakan musik asli bangsa Indonesia, menanamkan nilai-nilai ke Indonesiaan.
Pada album SatrioPiningit, Koko Thole melalui karyanya memberikan pesan moral mengenai kehidupan manusia untuk menjaga tingkah laku demi mewujudkan dan menjadikan pribadi yang baik. Lagu-lagunya mengangkat kultur dan fenomena kebangsaan di negeri ini. Ciptaan lagu-lagunya mempunyai khas tersendiri yaitu pada hentakan musik dan liriknya yang gado-gado.

“Topeng ireng jerone putih, topeng putih jerone ireng. Topeng perak sing bener ojo dirusak, topeng wojo luwih becik sing prasojo…”

Sing salah ora mesti salah, sing bener yo ora mesti bener, he he he….

Leave a Comment

Filed under Budaya, Musik, tembang jawa

INDONESIA-mu # INDONESIA-ku

Indonesia bagaikan untaian mutiara, berjajar pulau-pulau dengan megah. Tanah menghijau subur nan makmur. Beragam bahasa dan berbudaya tinggi yang menjadi bunga hati. IndonesiaMU ya IndonesiaKU.
Itulah kir-kira syair lagu keroncong Indonensiaku.

Bagai untaian mutiara
Kau berjajar megah
Pulau-pulau, nusantara
Raya …

Indonesiaku jaya
Yang kupuja dan kubela demi cintaku kepadamu
Tanah menghijau subur
Indonesia makmur

Betapaku bangga
Pada negeriku bahasaku
Nan berbudaya tinggi
Jadi bunga hati

“KITA SEMUA ADALAH PENYALA HARAPAN UNTUK INDONESIA. KEMERDEKAAN INDONESIA BUKANLAH TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH ATAU TOKOH-TOKOH PAHLAWAN SEMATA, NAMUN, KEMERDEKAAN INDONESIA MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB SELURUH WARGA INDONESIA TERUTAMA GENERASI MUDA SEBAGAI PENERUS BANGSA”

[Joko Widodo]

https://3.bp.blogspot.com/-xvVUonEt-Ec/UC4JBK4cMrI/AAAAAAAAAQ8/k_Emv1w5AyQ/s1600/welcome1706.jp

1 Comment

Filed under Musik

Gending Lancaran karya cipta Ki. Tjokrowasito

Berikut ini gending lancaran ciptaan Ki. Tjokrowasito yang juga mempunyai nama KRT. Wasitodipuro, KRT. Wasitodiningrat, KPH. Notoprojo. Beliau adalah seorang empu karawitan, seniman Jawa yang sudah tidak diragukan lagi keahliannya dibidang seni. Sebagai pengajar di Institut Seni California, dan pengajar seni karawitan di berbagai belahan dunia. Ia mempunyai peran penting dalam menyebar luaskan apresiasi dan pengetahuan tentang gamelan jawa di berbagai negara. Tahun 1980 Ki. Tjokrowasito dikukuhkan sebagai Profesor dari California Institut of The Arts.

Inilah beberapa diantaranya gending lancaran hasil karya cipta Ki. Tjokrowasito.

“Keseluruhan karya gending tersebut mengandung pesan-pesan normatif yang menyangkut hubungan manusia dengan alam, manusia dengan politik, hingga keranah spiritual seperti gending Sambang Dalu.
Ada sebuah pesan keheningan yang mengajak kita berfikir ulang tentang makna-makna kehidupan ditengah carut marutnya berbagai kondisi yang terjadi belakangan ini.
Keadaan di Indonesia pada masa kini, adalah pertarungan gamelan di tengah politik global, ditengah komodifikasi seni instan yang tidak jelas orientasinya”.

|Dengan Gamelan itulah terpendam nilai-nilai spiritual sebagai pegangan hidup paling hakiki|

Leave a Comment

Filed under Budaya, gendhing jawa, Musik