Category Archives: Musik

UyonUyon Siteran

Cring-cring-cring… suara petikan siter yang enak untuk didengarkan, ibarat musik siter merupajan suatu treble nya yang harus mampu untuk mengimbangni vokal dan juga bass.
Untuk mengisi suatu nada yang kosong pada saat penampilan. Semakin ahli petikan dari pemain, maka akan semakin indah juga suara yang akan dihasilkan
Siter adalah alat musik petik di dalam gamelan jawa. Sumber bunyi yang berasal dari string pada instrumen ini menghasilkan nada-nada harmonis yang kian memperindah untaian musik gamelan.

Inilah musik siter gamelan jawa yang digabungkan dengan kendang, gong dari bambu serta pesinden dan wiraswara.

3 Comments

Filed under gendhing jawa

Panyandra Pengantin adat Jawa

imagebam.com
Panyandra atau Pranata Cara (M.C), Pembawa Acara,Pambiwara, Pranata Adicara, Pranata Titi Laksana, Panata Adicara, Paniti Laksana atau juga disebut Pranata Laksitaning Adicara adalah seorang yang menata acara sebagai pedoman bagi jalannya sebuah acara. Sebagai bentuk strategi mempertahankan bahasa ibu, karena di dalam tradisi pernikahan jawa ada yang disebut sebagai panyandra temanten. Didalam itu terdapat penggunaan bahasa Jawa krama inggil , yang belakangan ini mulai mengalami tanda-tanda pengikisan. Padahal posisi bahasan jawa krama inggil ini adalah sebagai bahasa ibu yang seharusnya tetap eksis.
Pranata acara adat jawa tentu tentu memiliki karakteristik sendiri. Setiap pranata acara tentu harus dapat meramu kata-kata yang dilontarkannya sehingga memberi kesan indah. Pemilihan kata-kata dan kiasan yang dilakukan oleh seorang pranata acara mempu menumbuhkan kesan sakral, anggun, dan mampu menunjukkan citra budayanya.
Pernikahan adat jawa memiliki nilai filosofis yang tinggi pada setiap tahapan yang dilalui dalam upacara adat. Didalam upacara adat pernikahan masyarakat jawa, terdapat tuturan-tuturan yang mengirigi prosesi ritual. Tuturan tersebut dimaksudkan agar para tamu mengetahui serta mendapatkan gambaran mengenai suasana, situasi maupun makna dari tiap-tiap prosesi yang dilakukan.
Selain menggunakan bahsa jawa ragam krama alus, seorang pranata acara juga kerap menggunakan bahasa kawi. Bahasa ini dinilai memiliki nilai estetika yang tinggi seperti :
“Sri Pengantin putri hangagem busana ingkang sarwa retna, hangagem busananing Rajapitri, katon pating gelebyar pating pancurat lamun kasorot sunaring padam kuurung ingkang hangrenggani sasana adi, pan yayah kartika kasilih prenali”

Berikut ini pranata acara atau panyondro pengatin adat jawa dengan iringan gamelan jawa :

  1. Kebogiro   [Temu/Panggih]
  2. Monggang   [Kacar Kucur]
  3. Sriwidodo   [Sungkeman]
  4. Ibu Pertiwi   [Kirab I]
  5. Subokastowo   [Kirab II]
  6. Udan Basuki   [Wejangan/Ular-2]

# Rahayu Sagung Dumadi #

Leave a Comment

Filed under Budaya, gendhing jawa

Artis Legendaris Lilis Suryani [Gang Kelinci]

imagebam.com

Lilis Suryani penyanyi legendaris yang lahir di Jakarta, 22 Agustus 1948 ini begitu dikenal baik dari kalangan anak-anak sampai yang tua dengan lagunya “Gang Kelinci”. Di usia 15 tahun, Lilis datang kepada Titiek Pusoa untuk minta dibuatkan lagu. Namun kala itu Titiek Puspa tidak punya gagasan, karena hari sudah sore diantarlah Lilis Suryani pulang dengan naik becak. Begitu memasuki tempat tinggal Lilis yang berlokasi di gang kelinci. Titiek takjub dengan padatnya pemukiman dan keramaian anak-anak disitu. Lewat inspirasi itu, Titiek Puspa mencipta lagu Gang Kelinci.
Diusia yang masih muda dalam hal tarik suara, Lilis Suryani sudah menampakkan kebilehannya. Lagu tersohor karya sendiri adalah Tiga Malam, Di Kala Malam Tiba, Baju Loreng, Hesty.
Lagu-lagu dari Lilis Suryani sebagian isi liriknya diangkat dari kisah kehiidupannya sendiri dan bervariatif tentang tema cinta, jenaka, balada hingga patriotisme [Dayung Palinggam, Tandak Sambat, Cing Tulungan].

Jakarta
Kotaku
indah dan megah
Disitulah aku dilahirkan
Rumahku disalah satu gang
Namanya Gang Kelinci

Berikut sebagian lagu-lagu dari album Legendaris Lilis Suryani :

Leave a Comment

Filed under jadul 60-70, Musik

STSI – Kidung Natal [Dalu Suci]

image host

Gendingan Kidung Natal karya dan kreasi anak bangsa oleh mahasiwa dan mahasiswi seni Karawitan Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI)  dengan garap ketawangan : Allah Rama Linuhurna, Ayem Wonten Ing Sang Kristus, Dalu Suci, Pucung Gesang Anyar, Sih Rahmating Gusti, Yesus Sang Pamase.

Leave a Comment

Filed under gendhing jawa, tembang jawa

Tembang Jenis Seriosa

Seriosa dianggap sebagai jenis musik yang memiliki mutu artistik tinggi, sepaket dengan tangga nada yang tinggi dan sulit dijangkau oleh kebanyakan orang. Dibutuhkan vibrasi yang baik serta suara yang lebih tinggi.
Penyanyi seriosa harus mampu mengungkapkan lagu secara serius mengejawantahkan atau menafsirkan maksud dan tujuan dari tema lagu secara tepat. Mampu larut ke dalam lagu itu sendiri, bahkan harus mampun berbuat sebagai subjek dari lagunya.
Sayangnya saat ini, kesenian musik klasik seriosa seakan luput termakan zaman dan mulai ditinggalkan bahkan dilupakan.

Berikut beberapa tembang jenis seriosa oleh penyanyi yang pernah menjuarai Bintang Radio 1957 untuk menggugah kembali tentang lagu-lagu seriosa.

  • Bintang Sedjuta – Pranadjaja yang bersuara tenor
  • Dahaga – Pranadjaja
  • Kasih Diambang Pintu – Norma Sanger bersuara mezzo sopran
  • Malam Kenangan – Norma Sanger
  • Kisah Angin Malam – Andy Mulja
  • Kisah Mawar Dimalam Hari – Andy Mulja
  •  

     

    4 Comments

    Filed under Musik

    Beksan (Tari) Gambyong

    Tari beksan Gambyong merupakan salah satu jenis tari tradisional yang berasal dari daerah Surakarta Hadiningrat. Dari awal tari ini hanyalah sebuah tarian jalanan (teledek) atau tarian rakyat.
    Tari Gambyong diambil dari sebuah nama seorang penari kondang yang bernama Sri Gambyong. Sebagai penari ia mempunyai suara yang sangat merdu dan keluwesan dalam gerak menari.
    Oleh raja kasunanan Surakarta Paku Buwana IV, Sri Gambyong diminta untuk pentas menari dilingkungan keraton. Sejak saat itulah tarian Sri Gambyong dinamakan “Tari Gambyong”.
    Tari Gambyong pada penampilannya terbagi menjadi 3 bagian yaitu gerakan awal (maju beksan), gerakan utama (beksan), dan gerakan penutup (mundur beksan). Gerakan yang bertempo pelan dan lemah gemulai menggambarkan sebuah kelembutan dan keindahan seorang wanita. Pandangan mata penari sering meliat kearah jari tangan seiring dengan gerakan tangannya, pun gerakan kaki dan tangan bergerak secara harmonis mengikuti irama kendang dan alunan musik gamelan sebagai pengiring yang biasanya dengan gending ladrang Pangkur.
    Silahkan simak dan ikuti Tari Gambyong dengan seksama gerak dan kiprahnya yang lembut dan indah. 

    Leave a Comment

    Filed under Budaya, seni tari

    Gending cipta karya Ki. Tjokrowasito

    Ki. Tjokrowasito empu karawitan telah banyak menelorkan karya-karyagending seperti Kae Lho, Gembiroloka, JaJaJa. Sebelum wafat tepatnya tanggal  30 Agustus 2007 atau berusia 104 tahun, Ki. Tjokrowasito meninggalkan pesan yang tertulis di Monumen Tapak Prasasti Ki. Tjokrowasito “Lestarikan seni klasik Jawa sebelum kita tercerabut dari akar budaya”
    Berikut gending-gending dolanan karya Ki. Tjokrowasito.

    1. Kae Lho
    2. Ja Ja Ja
    3. Sepur Truthug
    4. Jaran Teji
    5. Padhang Bulan

    3 Comments

    Filed under Budaya, gendhing jawa, Musik

    Tari Pendet

    JNQENa.jpg
    Gending pengiring Tari Pendet yaitu Petegak Pendet.

    Tari Pendet mempunyai hubungan erat dengan adat agama, Pendet diturunkan dari kata “Pendeta” yang berfungsi sebagai media dikala manusia melakukan upacara keagamaan manembah Tuhan. Pendeta juga berarti orang yang menjadi pimpinan agama.
    Tari Pendet berciri gerakan yang khas tentang kehalusan jiwa tertuang dalam dalam lemah gemulainya gerak tangan dan sikap melukiskan seorang Pendeta yang sedang memuja keagungan Tuhan, atau menggambarkan orang Hindu Bali selagi melaksanakan upacara sembahyang di pura.
    Bentuk tari Pendet tergolong klasik yang pada mulanya khusus sebagai tarian upacara dewa, namun sekarang dipergunakan juga untuk menyambut tamu agung atau sewaktu-waktu sebagai pertunjukkan yang umum di tarikan secara masal atau di tarikan oleh lebih dari satu penari putri.

    Leave a Comment

    Filed under Budaya, Musik, seni tari

    Dendang Lebaran – Suara Takbir

    Siti Nurhaliza dalam lagu dendang lebaran yaitu Air Mata Syawal, Anugerah Aidilfitri, Bila Hari Raya Menjelma, Mekar Hari Raya, Meriah Suasana Hari Raya. Nazam Lebaran, Sesuci Lebaran dan Suara Takbir.

    2 Comments

    Filed under Audio, jadul 60-70

    Selamat Jalan Didi Kempot Maestro Campursari

    imagebam.com

    Telah berpulang kerachmatullah dengan tenang Maestro Didi Kempot dalam usia 53 tahun pada hari Selasa tanggal 5 Mei 2020 pukul 07.30 WIB. Semoga husnul khotimah.
    Selamat Jalan Didi Kempot, The Lord Didi, My Father of Broken Heart, tenanglah di hadapanNya, aku disini akan tetap berdendang nyanyian Campursari.


    Didi Kempot atau nama aslinya Dionisius Prasetyo adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu-lagu Campursari asal dari Surakarta. Almarhum merupakan anak pelawak Ranto Edi Gudel (Mbah Ranto) dan adik dari pelawak senior Srimulat Mamik Prakoso.
    Lagu-lagunya bertemakan tentang kesedihan, cinta dan patah hati.
    Didi bisa membuktikan kepada kita semua bahwa budaya nenek moyang bisa diimplementasikan berbarengan dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini. Konsisten sebagai aset bangsa yang ingin agar budaya asli ini tidak luntur tergilas kejamnya peradaban teknologi. Sebagai penghibur papan atas yang lahir dari bawah ini bisa membuai telinga pendengarnya.
    Ajakan Didi Kempot dalam bahasa Jawa yang kurang lebih seperti ini: “Ojo isin karo budayane dhewe nggih Mas, seneng musik rock monggo, seneng musik reggae monggo, seneng musik heavy metal nggih monggo, tapi ampun pernah isin nyanyi Campursari, wong Jowo ampun ngantos kelangan Jowone”.

    “Ojo Mudik” adalah lagu yang ia nyanyikan dan karang terakhir, terkait dengan Corona. Lagunya sederhana yang diulang-ulang bagaikan sebuah nyanyian yang bisa mempersuasi orang untuk tidak mudik.
    Selamat Jalan The Godfather of Broken Heart.

    Leave a Comment

    Filed under Renungan, tembang jawa, Uncategorized