Category Archives: gendhing jawa

Gamelan Kyai Kanyut Mesem – Karawitan Langenpraja Mangkunegaran

Gamelan Kyai Kanyut Mesem yang tersimpan di Pura Mangkunegaran ini sudah berusia 200 tahun lebih. Konon Gamelan tersebut dibawa dari Demak ke Keraton Mangkunegaran menggunakan gerobak. Oleh Sunan Kalijaga gamelan itu digunakan untuk mensiarkan agama Islam di tanah Jawa.
Untuk mendengarkan alunan suara gamelan yang bersejarah tersebut berikut gendhingan yang dimainkan oleh Karawitan Langenpraja dengan swarawati Ngabei Setyolaras, Shintolaras, Ronggolaras dan Trimurti dibawah asuhan R.M. Tarwo Sumosutargo.

  1. Gdh. Mesem – Ldr. Sri Sadono Sl.9
  2. Gdh. Srikastowo – Ldr. Basuki – Ktw. Sitomardowo Pl.Br
  3. Ayak-ayak Kaloran Sl.

2 Comments

Filed under gendhing jawa, Musik

Gending Lancaran karya cipta Ki. Tjokrowasito

Berikut ini gending lancaran ciptaan Ki. Tjokrowasito yang juga mempunyai nama KRT. Wasitodipuro, KRT. Wasitodiningrat, KPH. Notoprojo. Beliau adalah seorang empu karawitan, seniman Jawa yang sudah tidak diragukan lagi keahliannya dibidang seni. Sebagai pengajar di Institut Seni California, dan pengajar seni karawitan di berbagai belahan dunia. Ia mempunyai peran penting dalam menyebar luaskan apresiasi dan pengetahuan tentang gamelan jawa di berbagai negara. Tahun 1980 Ki. Tjokrowasito dikukuhkan sebagai Profesor dari California Institut of The Arts.

Inilah beberapa diantaranya gending lancaran hasil karya cipta Ki. Tjokrowasito.

“Keseluruhan karya gending tersebut mengandung pesan-pesan normatif yang menyangkut hubungan manusia dengan alam, manusia dengan politik, hingga keranah spiritual seperti gending Sambang Dalu.
Ada sebuah pesan keheningan yang mengajak kita berfikir ulang tentang makna-makna kehidupan ditengah carut marutnya berbagai kondisi yang terjadi belakangan ini.
Keadaan di Indonesia pada masa kini, adalah pertarungan gamelan di tengah politik global, ditengah komodifikasi seni instan yang tidak jelas orientasinya”.

|Dengan Gamelan itulah terpendam nilai-nilai spiritual sebagai pegangan hidup paling hakiki|

Leave a Comment

Filed under Budaya, gendhing jawa, Musik

Uyon-Uyon Nyamleng ISI Surakarta

Institut Seni Indonesia (ISI) merupakan kawah chandra dimuka tempat menimba ilmu seni budaya untuk mencetak seniman seniman yang handal, mumpuni dan kadar intelektual yang baik. Disinilah membuktikan bahwa budaya seni gamel ini masih tetap eksis seiring dengan kemajuan peradaban dunia.
Tentunya bangga saya sebagai orang Indonesia. Namun sebenarnya juga manggayut rasa miris, sebab fenomena masyarakat urban kini nampak justru kurang mengapresiasi terhadap musik gamelan. Orkestra asli (indigenous orchestra) ini kini tidak terlihat ditempatkan sebagai entitas budaya yang signifikan. Lebih ironis lagi justru dilakukan oleh bangsa lain.
Disinilah pentingnya kita tetap menjaga dan melestarikan budaya adiluhung ini. Terus dan tumbuh kembangkan musik tradisional Nusantara ini.
Inilah beberapa alunan musik gamelan yang indah dan menyejukkan olah kiprah para Sarjana/Magister Seni Institut Seni Indonesia Surakarta.

“Jadikan Budaya sebagai indentitas bangsa”

Leave a Comment

Filed under Budaya, gendhing jawa, Musik

Gending Jawa Kidung Natal

Gending-gending jawa   Kidung Natal : Amba samya sowan, Gusti nyuwun kawelasan, Aja wangkal atimu, Ora ana sing kliwatan, Welasana amba dan Mazmur tanggapan.

  1. Track satu
  2. Track dua
  3. Track tiga
  4. Track empat
  5. Track lima
  6. Track enam

1 Comment

Filed under gendhing jawa, Musik, tembang jawa

Siteran Nyamleng – GambirSawit

imagebam.com
Siter atau celempung merupakan salah satu alat musik tradisional penyusun ansambel musik gamelan. Bentuk fisiknya Siter memiliki sebelas senar yang dibentangkan diantara kotak resonator. Cara memainkan yaitu dengn dipetik pada bagian senarnya dengan menggunakan ibu jari, jari lainnya digunakan untuk menahan getarannya, dan memiliki nada yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan instrumen gamelan lainnya.
Untuk memainkan atau Siteran diperlukan 3 atau 4 personil, yang masing-masing memegang Kendhang, Siter dan Gong Kemodhong (gong bambu). Musik tradisional Siteran ini sudah langka kita jumpai, seiring dengan perkembangan teknologi dunia permusikan yang gencar. Menjadi tugas kita bersama untuk tetap melestarikan budaya leluhur kita, agar tetap eksis ditengah-tengah maraknya teknologi permusikan.
Itulah sekilas gambaran tentang musik tradisional Siteran yang kian meredup pamornya.
Selamat menikmati indahnya alunan musik tradisional Siteran asli budaya Nusantara Gambir Sawit berikut ini dengan pesindhen Niken Larasati.

Leave a Comment

Filed under Budaya, gendhing jawa, Musik

Gending ciptaan Ki. Tjokrowasito

KRT. Wasitodipuro atau disebut pula Ki. Tjokrowasito, KPH. Notoprojo, KRT. Wasitodiningrat adalah empu karawitan dan seniman gemelan Jawa yang paling dihormati. Semasa mudanya beliau bernama Wasi Jolodoro  yang lahir di Yogyakarta 17-03-1909. Sebagai seorang komposer dan pemain rebab yang handal ini pernah mengajar gamelan di Institut Seni California, dan juga sebagai pemimpin Gamelan Pura Paku Alaman di RRI. Yogyakarta.
Ki. Tjokrowasito juga sebagai pemain gending Ketawang Puspawarana yang menjadi salah satu musik yang dikirim ke angkasa luar dalam wahana Voyager tahun 1977 untuk mewakili peradaban manusia di jagad raya.
Berikut ini gending-gending karya Ki. Tjokrowasito,  bersama ISI Yogyakarta diantaranya :

2 Comments

Filed under Budaya, gendhing jawa, Musik

Gending Ayun Ayun Gobjog

Gending Ayun-Ayun lahir di abad 18 atau kurang lebih tahun 1820 an pada masa Paku Buwana V. Ayun-Ayun merupakan komposisi gending karawitan jawa klasik yang menceritakan tentang seorang yang sedang jatuh cinta, seorang yang mengayun-ayun yang mempunyai perasaan senang.
Seiring perkembangan seni budaya, oleh para seniman gending ayun-ayun garap klasik kemudian digarap ke menjadi ayun-ayun gobjog, dan terakhir garap lagi menjadi ayun-ayun tanjung gunung.
Berikut gending ladrang Ayun-Ayun |permintaan Mas T.A. Priyonggo|

Ayun ayun gobjog gawe gumun tekun
Sarwa rukun akeh kang kayungyun
Dadi sarana iku datan jemu
Nyawiji ing panemu condhong ing kalbu.

AyunAyun Tanjung Gunung:
>Rino wengi, aku tansah ngayun-ayun, sesinome tanjung argo, anguyun ayun panggalih.
>Lir mulat randhu kang kenthar, aku kang sedyo nututi, mring bathari Supadmi, eseme lir sepet madu.
>Dasare ambudaya, ingudi murih lestari, kang wus nyoto, lahir bathin condong roso.

Leave a Comment

Filed under Budaya, gendhing jawa, Musik

Gendhing Bonang Semarang-an

Gendhing-gendhing bonang Semarang-an dari Keluarga Karawitan RRI Studio Semarang dibawah asuhan Ponidi [Lokananta ACD-049].

  1. Ldr. Bima Kurda Pl.5
  2. Gdh. Jati Kendang Pl.6
  3. Ldr. Eling-Eling Pl.6
  4. Ldr. Cepaka Mulya Pl.Br
  5. Ldr. Kombang Mara Pl.5
  6. Ldr. Babad Kenceng Pl.Br

Leave a Comment

Filed under Audio, gendhing jawa, Musik

Gending Aneka Langgam – Karawitan Studio RRI Surakarta

Aneka langgam-langgam jawa oleh Karawitan Studio RRI Surakarta, diantaranya Ngelam-Lami, Ali-Ali, Caping Gunung, Larabranta, Wuyung, Yen Ing Tawang, Ngimpi, Resepsi.

6 Comments

Filed under gendhing jawa, Musik, tembang jawa

Mengenang Seniman Kondang Rusman dan Darsi

imagebam.com
Pak Rusman (alm) adalah seniman kondang tiga zaman yang kaloka dengan sebutan “Gatutkacca Sriwedari” dengan suara emas dan lantang yang selalu mengumandang saat berdendang diiringi gending gending jawa. Tak mustahil beliau sempat berkeliling dunia dengan kosttum “GATUTKACA” Rahwana atau sebagai tokoh yang lain. Begitu pula Ibu Darsi (alm) yang mempunyai suara merdu dengan perannya sebagai “Pregiwa” dalam adegan Gatutkaca Pregiwa ataupun Gatutkaca Gandrung.

Berikut fragmen adegan Rusman dan Darsi :

Leave a Comment

Filed under Audio, Budaya, gendhing jawa, Musik