Category Archives: tembang jawa

Gending Jawa Kidung Natal

Gending-gending jawa   Kidung Natal : Amba samya sowan, Gusti nyuwun kawelasan, Aja wangkal atimu, Ora ana sing kliwatan, Welasana amba dan Mazmur tanggapan.

  1. Track satu
  2. Track dua
  3. Track tiga
  4. Track empat
  5. Track lima
  6. Track enam

Leave a Comment

Filed under gendhing jawa, Musik, tembang jawa

S. Dharsih Kissowo – Tjilung [O.K. Suara Kentjana]

imagebam.com

S. Dharsih Kissowo selain sebagai penyanyi keroncong, ia juga sebagai pemimpin dari Orkes Krontjong Suara Kentjana. Pada album “Tjilung” ini, Dharsih Kissowo merilis beberapa lagu diantaranya Tjilung, Sekar Gadung, Gudeng Aju, Lesmana Mandrakumara, Adja Ngebut
Berikut lagu kerontjong dari S. Dharsih Kissowo yang mempunyai suara lembut dan indah untuk didengarkan.

  1. Sekar Gadung
  2. Nusantara Kaloka
  3. Tjilung
  4. Kopi Tjampur Legen
  5. Welingan
  6. Adja Ngebut
  7. Kidung Kasepen
  8. Gudeg Aju
  9. Lesmana Mandrakumara

5 Comments

Filed under Audio, Musik, tembang jawa

Gending Aneka Langgam – Karawitan Studio RRI Surakarta

Aneka langgam-langgam jawa oleh Karawitan Studio RRI Surakarta, diantaranya Ngelam-Lami, Ali-Ali, Caping Gunung, Larabranta, Wuyung, Yen Ing Tawang, Ngimpi, Resepsi.

6 Comments

Filed under gendhing jawa, Musik, tembang jawa

Gendhing-Gendhing Laggam Jawa

Gendhing Langgam Jawa dengan musik gamelan yang penuh dengan falsafah dan pitutur utama bagi kehidupan pada umumnya.
Salah satu langgam jawa “Babon Angrem” karya/penyusun Cipto yang diawali dengan bawa sekar macapat Asmaradana yang ngemut (memuat piwulang) seperti ini :

“Wus dadi jangkaning nagri, Denya hanggayuh kabagyan, Kanthi ngatur klahirane, Pra putra lan bale wisma, Marsudi kasarasan, Nora kendhat wulang wuruk, Njalari mring katentreman”.

Syair Langgam nya :
“Wiwit iki pakne thole kudu wis mangerti, Bab sing endi aja nganti amberung mung anuruti ati, Mikir ena karepotan kita tembe buri, Tak saguhi pisan kudu bisa ngatur marang klahirane, Tansah dadi ati para putra kang sartane anggula wenthahe, Amarsudi kasarasan banget maedahe, Banget maedahe kabeh kuwi mau uga bisa handayani, Hanjalari kula warga bagya sejahtera kang sejati”.

Leave a Comment

Filed under Audio, Budaya, gendhing jawa, tembang jawa

MasKumambang = Awal dimulainya Kehidupan

MasKumambang merupakan salah satu tembang macapat karya K.G.P.A.A Mangkunagara IV. MasKumambang berasal dari kata Mas yang artinya sesuatu yang terhormat, dimaknai sebagai emas yang terapung (emas kumambang), Kumambang merupakan kata jadian dari akar kata kambang (terapung).
MasKumambang atau awal dimulainya kehidupan, awal mulai perjalanan hidup manusia yang masih berupa embrio di dalam kandungan ibunya, masih belum diketahui jati dirinya (laki-laki atau perempuan).
Kehamilan berlangsung selama 280 hari atau 10 bulan atau 40 minggu, terhitung dari hari pertama haid terakhir. Oleh para pemuka agama meyakini bahwa ruh di tiupkan pada janin saat berusia 120 hari terhitung sejak bertemunya sel sperma dengan ovum.
Secara keseluruhan, tembang macapat sejatinya bercerita tentang perjalanan hidup manusia yang menggambarkan bagaimana seorang manusia hidup sejak lahir mulai belajar dari kanak-kanak, dewasa dan pada akhirnya meninggal. Masing-masing arti dari tembang macapat melambangkan watak atau karakter tersendiri, mulai dari watak sedih atau duka, nasehat, percintaan, kasih sayang hingga kebahagiaan.

Berikut salah satu tembang MasKumambang yang ngemut piwulang luhur.

Wong tan manut pitutur wong tuwa ugi, ha nemu duraka, ing donya tumekeng akhir, tan wurung kasurang-surang.
Menggambarkan tentang akibat seseorang yang tidak patuh terhadap orang tua. Seorang anak yang durhaka tentu akan mendapatkan kesengsaraan, baik di dunia hingga akhir nanti.

Maratani mring anak putu ing wuri, den padha prayitna, ajana kang kumawani, ing bapa tanapi biyang.
Hingga kelak ke anak cucu, oleh karena itu perhatikan sungguh-sungguh, jangan engkau kurang ajar kepada ayah atau ibu.

[sumber foto : kesolo.com]

2 Comments

Filed under Budaya, Musik, Renungan, tembang jawa

Renungan Ilir-Ilir – Kyai Kanjeng [Cak Nun]

Renungan tembang Ilir-Ilir karya Sunan Kalijaga yang penuh makna dan pitutur.

Mengajak semua memasuki dunia Lir ILir……(Lir iLir….Lir iLir….Tandure woh sumilir tak ijo royo-royo tak sengguh temanten anyar………..)
Kanjeng Sunan Ampel seakan-akan baru hari ini bertutur kepada kita, tentang kita, tentang segala sesuatu yang kita mengalaminya sendiri namun tidak kunjung sanggup kita mengerti. Sejak lima abad silam syair itu telah Ia lantunkan dan tak ada jaminan bahwa sekarang kita sudah paham, padahal kata-kata beliau mengeja kehidupan kita ini sendiri, alfa….beta..alif…ba….’ ta’….kebingungan sejarah kita dari hari-kehari, sejarah tentang sebuah negri yang puncak kerusakannya terletak pada ketidak sanggupan para penghuninya untuk mengakui betapa kerusakan itu sudah sedemikian tidak terperi “menggeliatlah dari matimu!!! tutur sang Sunan…” Siumanlah dari pingsan berpuluh-puluh tahun, bangkitlah dari nyenyak tidurmu sungguh negri ini adalah penggalan Surga!! Surga seakan-akan pernah bocor mencipratkan kekayaan dan keindahannya, dan cipratan keindahan itu bernama Indonesia Raya. Kau bisa tanam benih kesejahteraanapa saja diatas kesuburan tanahnya yang tidak terkirakan ditengah hijau bumi kepulauan yang bergandeng-gandeng mesra. Continue reading

1 Comment

Filed under Budaya, Renungan, tembang jawa

Kr. Kembang Kacang, Kembang Kates – Mulyani

Keroncong langgam jawa oleh Mulyani dengan lagunya Kembang Kacang dan diteruskan Kembang Kates yang diolah dengan instrumen gamelan seperti kendang, saron, gambang dan seruling ditambah suara sayupsayub ocehan burung dan koko ayam menjadikan indahnya lagu keroncong ini.
Nikmati alunan suara Mulyani dalam seleksi tembang jawa.

 

4 Comments

Filed under Musik, tembang jawa

Waldjinah – Tukang Pijet Masa Kini

imagebam.com
Kaset tanpa keterangan sampul ini termasuk barang langka. Setelah diputar untuk didengar ternyata masih cukup baik. Pada sisi A terdiri 6 track tembang jawa Waldjinah garapan dari Karawitan Krida Niyaga pimpinan Sugiono.
Tembang Tukang Pijet Masa Kini mengisahkan tentang seorang tukang pijet dengan tanda dan ciri khasnya suara “kecrak-kecrek” sambil menawarkan jasanya dengan berjalan kaki.

Kecrak-kecrek tukang pijet masa kini, sing dipijet bukan kayu bukan besi. Kecrak-kecrek tukang pijet kelas tinggi, lembut hati bubar mijet njiwel pipi”
Berikut tembang-tembang jawa hasil kreasi dengan Krida Niyaga :

  1. Tukang Pijet
  2. Warung Pojok
  3. Tetanen
  4. Botol Kecap
  5. Nginguk
  6. Kepergok

Leave a Comment

Filed under Musik, tembang jawa

Langgam Jawa Kreatif – Waldjinah

Waldjinah bersama Pusat Latihan Karawitan (PLK) Yogyakarta asuhan Otok Bima Sidarta dalam album Simbok.  Tahun 1988, Pardiman Djoyonegoro mendirikan PLK Yogyakarta dengan mengembangkan kreasi seni jawa. Salah satu karya ciptaan dari Pardiman adalah Langen Sore.

Berikut album Simbok dengan penyanyi moncer dan kinclong dari  Waldjinah dengan kreasi campur gamelan.

  1. Simbok  [cipt. Andjar Any]
  2. Lewa Lewo  [cipt. PLK Yogya]
  3. Wuyung  [cipt. Ismanto]
  4. Yen Ing Tawang  [cipt. Andjar Any]
  5. Langen Sore  [cipt. Pardiman]
  6. Cover cassete Simbok ada disini

Leave a Comment

Filed under Musik, tembang jawa

Gumbal Gambul – Waldjinah [O.K. Bintang Surakarta]

imagebam.com

Kaset kiriman dari rekan komunitas Sukoasih ini cukup berusia dan sudah langka, diperkirakan keluaran tahun 70-an.  Dari suaranya saja jelas itu Waldjinah masih muda.   Siapa yang tahu  🙂 ???

Side A berisi 5 (lima) track lagu, dengan O.K. Bintang Surakarta. Namun yang bisa diselamatkan 3 (Tiga) lagu yaitu :

Side B berisi 6 (enam) track lagu, dengan O.K. Sekar Mas pimpinan Adikarso. Yang bisa dikonversi 3 (tiga) lagu yaitu :

4 Comments

Filed under jadul 60-70, Musik, tembang jawa