Category Archives: Renungan

Sholawat Jawa – Nyuwun Ngapuro

Sholawat Jawa oleh alunan  suara Hj. Wafiq Azizah. Beberapa alunan sholawat seperti Nyuwun Ngapuro, Tombo Ati, Ilir-Ilir, Limo Perkoro, Mampir Ngombe.

Leave a Comment

Filed under Musik, Renungan

Sholawat multi Bahasa

Alunan sholawat dengan berbagai bahasa, seperti Arab, Jawa, Sunda, Minang, Mandarin dan versi English.

Allahuma shalli wassallim alaa, Sayyidina wa maulana Muhammad, Allahuma shuril Islam wal muslimin, Wa ahlikil kafarata wadz dzalimin. [Arab]

Duh Gusti mugi paring rahmat lan keselamatan, Katur Kanjeng Nabi Muhammad kan mulyo, Mugi kerso paring slamet umat niko, Kaum muslimin muslimat sedoyo. [Jawa]

Yaa Allah pour grace and salvation, For Prophet Muhammad noble messengers. Ya Allah please protect and keep his people, Muslimin, and muslimat all the world. [English]

Ya Allah qing chu ren ci ji phing an, Weilei bi xia Muhammad zhen zhu shi zhe xian da, Ya Allah shi an chuen ren lai, Ge wei qien bu yi shi lan ren lei. [Mandarin]

Sholawat Rambu, dengan iringan Gamelan :

Shalawat Shalli Wasallim :

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Leave a Comment

Filed under Musik, Renungan

Kobarkan semangat juang R.A. Kartini

Karena Ibu R.A.Kartini, semua kaum gender Indonesia bisa melakukan apapun yang dilakukan oleh kaum laki-laki. Gaungkan dan Gelorakan semangat juang Ibu Kartini.
imagebam.com

Hari ini adalah hari dimana Indonesia mencanangkan tanggal 21 April sebagai Hari Kartini.

Berikut beberapa tulisan yang inspiratif untuk kita renungkan bersama :
1. Kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anaka wanita, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak wanita itu menjadi saingan laki-laki dalam hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya yang diserahkan alam (sunatullah) sendiri ke dalam tangannya ; menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama.
2. Sepanjang hemat kami, agama yang paling indah dan paling suci ialah Kasih Sayang. Dan untuk dapat hidup menurut perintah luhur ini, haruskah seseorang mutlak menjadi Krinten?, orang Budha, Brahma, Yahudi, Islam, bahkan orang kafirpun dapat hidup dengan kasih sayang yang murni.
3. Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang agama Islam patut disukai.
4. Kami sekali-kali tidak hendak menjadikan muris-murid kami menjadi orang setengah Eropa, atau orang Jawa yang kebarat-baratan

“Selamat Hari Kartini”

Leave a Comment

Filed under Musik, Renungan, tak berkategori

Tembang Religi Qosidah – Sunan KaliJaga

Qosidah tembang-tembang religi seperti Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, Wasiat Sunan Drajat.

Qasidah dan Shalawat Jawa full Album (Almunsyidin, Ida Laila)

Leave a Comment

Filed under Audio, Musik, Renungan

MasKumambang = Awal dimulainya Kehidupan

MasKumambang merupakan salah satu tembang macapat karya K.G.P.A.A Mangkunagara IV. MasKumambang berasal dari kata Mas yang artinya sesuatu yang terhormat, dimaknai sebagai emas yang terapung (emas kumambang), Kumambang merupakan kata jadian dari akar kata kambang (terapung).
MasKumambang atau awal dimulainya kehidupan, awal mulai perjalanan hidup manusia yang masih berupa embrio di dalam kandungan ibunya, masih belum diketahui jati dirinya (laki-laki atau perempuan).
Kehamilan berlangsung selama 280 hari atau 10 bulan atau 40 minggu, terhitung dari hari pertama haid terakhir. Oleh para pemuka agama meyakini bahwa ruh di tiupkan pada janin saat berusia 120 hari terhitung sejak bertemunya sel sperma dengan ovum.
Secara keseluruhan, tembang macapat sejatinya bercerita tentang perjalanan hidup manusia yang menggambarkan bagaimana seorang manusia hidup sejak lahir mulai belajar dari kanak-kanak, dewasa dan pada akhirnya meninggal. Masing-masing arti dari tembang macapat melambangkan watak atau karakter tersendiri, mulai dari watak sedih atau duka, nasehat, percintaan, kasih sayang hingga kebahagiaan.

Berikut salah satu tembang MasKumambang yang ngemut piwulang luhur.

Wong tan manut pitutur wong tuwa ugi, ha nemu duraka, ing donya tumekeng akhir, tan wurung kasurang-surang.
Menggambarkan tentang akibat seseorang yang tidak patuh terhadap orang tua. Seorang anak yang durhaka tentu akan mendapatkan kesengsaraan, baik di dunia hingga akhir nanti.

Maratani mring anak putu ing wuri, den padha prayitna, ajana kang kumawani, ing bapa tanapi biyang.
Hingga kelak ke anak cucu, oleh karena itu perhatikan sungguh-sungguh, jangan engkau kurang ajar kepada ayah atau ibu.

[sumber foto : kesolo.com]

2 Comments

Filed under Budaya, Musik, Renungan, tembang jawa

Vokalis Yon Koeswoyo meninggal dunia

imagebam.com

Diawal tahun 2018, dunia musik kehilangan salah satu musisi terbaiknya yaitu Yon Koeswoyo [Koesyono] yang tergabung dalam band Koes Plus. Anak ke 6 dari Raden Koeswoyo, Yon Koeswoyo lahir di Tuban Jawa Timur, tanggal 27 September 1940. Meninggal hari Jumat 5 Januari 2018  dalam usia 77 tahun.
Koes Plus terbentuk tahun 1969, yang sebelumnya membentuk group musik bernama Koes Bersaudara [Album perdana 1962].
Album Koes Plus Vol. I yang dirilis tahun 1969 adalah Dheg Dheg Plas. (Awan Putih, Derita, Kelelawar, Tiba-Tiba Aku Menangis, Bergembira, Tjintamu Telah Berlalu, Dheg-Dheg Plas, Manis dan Sajang, Hilang Tak Berkesan, Kembali Ke Djakarta, Biar Berlalu dan Lusa Mungkin Kau Datang).

Selamat Jalan Koesyono, karyamu tetap menjadi kenangan yang abadi, dan semoga dapat menginspirasi generasi musisi sekarang.

2 Comments

Filed under Musik, Renungan

Kidung Natal di bulan Desember

Kidung Natal dari beberapa penyanyi lawas Koes Plus, Pattie Bersaudara, Endar Pradesa dan Vivi & Nita. Anda bisa menikmati kidungan seperti ini dalam versi keroncong, ataupun campursari dan bahkan dalam alunan gending gamelan jawa.

Selamat menikmati bagi yang merayakan …

Leave a Comment

Filed under Musik, Renungan

Yudistira ksatria berdarah Putih

Yudistira, atau Puntadewa atau Prabu Darmakusuma adalah sebagai Raja Amarta. Saudara kandung Bima dan Arjuna dan saudara tiri Nakula dan Sadewa. (Kelimanya disebut Pandawa Lima).

Prabu Yudistira adalah raja Amarta dan ksatria berdarah putih. Ia tak pernah marah, tak pernah berbohong, dan sangat mengutamakan hidup yang damai. Ia sangat dicintai oleh kawulanya karena sabar, murah hati, dan penuh empati. Sangat memahami dan mau mengerti keadaan kawula dan pejabat negaranya. Ia juga memiliki pandangan yang terbuka. Jika Prabu bertitah dan bertindak, itu bukan kepentingan sang Raja dan keluarganya, tetapi demi kepentingan sesama manusia yang ada di muka bumi. Keluarga Pandawa menginginkan buwana seisinya ada dalam damai sejahtera penuh suka cita.
imagebam.com

Prabu Yudistira, walau dikatakan tidak pernah marah, suatu ketika marah juga yaitu ketika saudaranya dimasukkan ke neraka oleh Dewa. Ia marah dan menjelma menjadi raksasa bernama Dewa Amral.
Dalam sisi hidupnya ada hal yang sangat disesali Yuudistira, ketika ia harus berbohong kepada Guru Drona dalam perang Bharatayuda, atas nasihat Kresna. Itulah satu-satunya kebohongan yang pernah ia lakukan. Sejak itu derajat luhur bagai dewa diturunkan oleh dewata, dan seolah dicampakkan menjadi makhluk biasa Prabu Yudistira mempunyai pusaka kerajaan bernama Azimat Kalimasada, Payung Kyai Tunggulnaga, dan Tombak Kyai Karawelang. Continue reading

1 Comment

Filed under Budaya, Renungan

Renungan [1]

 Apapun perbuatan kita kepada orang lain,
 sejatinya akan berbalik mengenai diri kita sendiri.
 Jika perbuatan kita baik pada orang lain,
 maka akan menimbulkan gema berupa kebaikan yang lebih besar
 yang akan kita dapatkan dari orang lainnya lagi.

Barang siapa suka menolong, akan selalu mendapatkan kemudahan.
Barang siapa gemar sedekah kepada yang susah, rejekinya akan menjadi lapang.
Barang siapa menabur angin, akan menuai badai.

Leave a Comment

Filed under Renungan

Pesan dan Makna Puasa+Idul Fitri

Puasa dan Idul Fitri merupakan ritual agama bagi kalangan umat Islam secara keseluruhan. Ritual ini sudah tidak bisa lagi dipahami sebagai fenomena agama formal, tetapi telah menjadi fenomena sosial budaya. Disatu sisi  sebagai legal formalistik, dan disi lain kuatnya tarikan gaya hidup yang serba materi. Tarikan kutub formal membawa manusia pada pola sikap legal formalistik dimana ibadah puasa justru menjadi sikap konsumtif, sementara solidaritas sosial sebagai hakikat puasa justru terlupakan. Inilah yang perlu kita cermati [GusDur].

= PEPELING=

Jaman akhir akeh wong podo keblinger
Ora eling pranatan sarta aturan
Mburu donyo ngumbar nafsu golek seneng
Lali marang pepengete Gusti Allah

Apa gunane urip neng alam donya
Yen nglerwake dawuhe kang maha mulyo
Ayo dulur dawuh Gusti lakonono
Amrih bisa urip tentrem saklawase

Leave a Comment

Filed under Musik, Renungan