Genderan Nyamleng

genderan

Sebagai media pendidikan, seni karawitan dapat dilihat dari sudut pandang cara membunyikan (menabuh), dimana seni karawitan jawa menjadi sajian seni musik yang indah didengar tatkala dimainkan secara bersama-sama. Dengan kebersamaan akan terwujud saling bergotong royong, tenggang rasa, tepo sliro, serta menghindari sifat egoisme dan indivisualisme.
Marilah kita lestarikan dan budayakan seni karawitan jawa yang merupakan suatu mahakarya para pendahulu yang telah lama kita miliki tetap eksis ditengah era globalisiasi budaya yang begitu cepat.
Nah, nikmati indahnya gendhing jawa genderan nyamleng oleh Karawitan Krida Irama dengan swarawati Nyi. Toekinem pimpinan Wakidjo, meliputi Ldr. Larasdriya diteruskan Ktw. Teplek, Ldr. Eling-Eling Suralaya, dan Onang-Onang diteruskan Tirtakencana diawali Bawa Manggala Gito laras pelog pathet nem.

Sejarah akan mencatat jika pada akhirnya seni karawitan jawa tidak diteruskan oleh generasi muda sebagai penerus bangsa  ❗

8 Comments

Filed under gendhing jawa, Musik

8 Responses to Genderan Nyamleng

  1. wuiiih… memang bener-bener nyamleng.. 🙂

    apa ini termasuk hasil “blusukan” Rakamas Wandi di Solo tempo hari..?

    saya agak lupa-lupa ingat 😉 kaset ini termasuk “barang jadoel” keluaran “Lokananta” tahun 1978, waktu itu kalau siang sepulang kerja, almarhum kakak ipar saya sering nyetel kaset “genderan” ini (kadang kaset Nyi Tjondro Lukito) sambil leyeh-2 di kursi males 🙂

  2. budhijatmo

    remen gending2 gadon

  3. budhijatmo

    mirengaken gending2 kados ngaten punika manawi kanthi dipun raos aken bade nuwuh aken raos tentrem tuwin sumarah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.