Jeritan Sang Pujangga

“Lengleng ramnyaningkang, sasangka kumenyar O.. Mangrengga ruming puri, O.. mangkin tanpa Siring, halep ningkang ngumah, mas lir murub ing langit, O.. tekyan sarwa manik O..”
Kocap kacarita,….. Konon di negeri Liwungpraja, Sang Pujangga Ponowarsito berdendang sambil menulis serat yang diberi judul “Kolorangu”, menyikapi situasi zaman (kolo) yang sedang gonjang-ganjing, gaduk, gundah gulana, masgul dan resah. Keadaan negerinya sudah mengkawatirkan, tidak ada panutan lagi, pemimpin membuat kesalahan dan lupa diri meninggalkan petuah dan kearifan kaum cendikia terbawa oleh arus keragu-raguan (rangu).

Kemewahan hidup diutamakan, keserakahan tumbuh merajalela. Orang tidak lagi memiliki batas etika, kepantasan, dan kaidah moral. Orang jujur dijauhi, dielakkan dan dicuthik jauh-jauh karena dianggap “klilip” berbahaya.
Ia tak bisa diajak bersekongkol melakukan kebaikan kolektif untuk diri sendiri dan koleganya.
Edan, ini tanda-tanda “zaman edan” berkuasa atas segenap kewarasan, cara kita memandang hidup, nilai-nilai, etika, dan norma, bahkan moralitas dan kesucian ajaran telah mereka kencingi habis-habisan.

Legislatif buka mulut tanpa hormat;
Judukatif benteng keadilan jadi orang calo perkara;
Eksekutif hanya wacana tanpa karya;
Kata bijak hanya menjebak;
Tangis rintihan rakyat jelata;
Tak putus dirundung derita;
Orang cilik tak tahan lagi dengan rasa lapar;
Berebut hanya tuk mencari makan;
Konglomerat jahat;
Pat gulipat;
Milyaran rupiah diembat;
Dibantu oleh pejabat;
Hueebaaaat ……….

Serat “Kolorangu” itu kaya akan pesan moral dan bahasa hati dalam menghadapi gonjang-ganjing negeri Liwungpraja, menjadi pengingat akan rambu merah carut marut negerinya, ….. perlu adanya sifat eling dan waspada serta hati-hati dalam merumuskan suatu kebijakan.


“Pemimpin iku paribasan ‘Gendheng’ saupamane.
Kuwajibane ‘Gendheng’ iku dadi ‘Pangayoman’ kang ndalemi. Menawa gendheng mau pecah, mesthi dilorot, diganti sing wutuh, sing pecah diguwak, amarga wis ora ana gunane”

Leave a Comment

Filed under Musik, Renungan, tembang jawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.