Melawan kehendak Tuhan – Gending Glopa-Glape

Nasib bisa saja diubah, akan tetapi “takdir” adalah garis kehendak dan ketetapan Tuhan Yang Maha Adil yang mempunyai otoritas tertinggi.
Pada gending Glopa-Glape karya seniman kondang Ki. Nartosabdo yang membuka pesan moral, diceritakan bahwa ada 4 hewam yang menerima takdir hidupnya.
Ada gajah yang ingin memanjat pohon, ada ular yang ingin terbang, ada burung yang ingin berenang, dan juga ada katak ingin menyembur. Tetapi sekuat tenaga apapun tekad dan kehendak mereka berusaha untuk mengejar ambisi itu, akhirnya mereka mati karena ulah dan perbuatannya sendiri.
Sang gajah patah hidungnya karena belajar memanjat, bisa Ular pun juga menjadi tawar dan sia-sia, lalu Sang Burung putus sayapnya dan Sang Kodok pecah perutnya.
Tindakan yang kurang bersyukur akan anugerah Tuhan atau acap kali disebut “klewa-klewa” seringkali terjadi pada manusia di era modern ini. Cita-cita dan ambisi memang penting, tetapi ambisi yang berlebihan tentunya juga kurang baik. [ imposible ].

Itulah lelagon Glopa-Glape Sl.9  seperti berikut ini :

Glopa-glape, glopa-glape
Gajahe kepengin menek (eloke)
Ulane kepengin mabur (eloke)
Manuke kepengin nglangi
Eloke iki eloke, elok temen elok iki
Kodhoke kepengin nyembur
Elok temen wah elok iki
Glopa-glape, glopa-glape
Si Gajah pepes tlalene (eloke)
Si Ulo amber upase (eloke)
Si Manuk putung swiwine
Eloke iki eloke, elok temen elok iki
Si Kodhok bedhah wetenge
Elok temen wah elok iki

Janganlah sekali-kali menentang takdir dan kehendak-NYA.   😥 😥

2 Comments

Filed under Budaya, gendhing jawa, Musik, Renungan

2 Responses to Melawan kehendak Tuhan – Gending Glopa-Glape

  1. Ibu Djudju

    Waaah…. Padahal punya keinginan “Seandainya aku punya sayap”…
    Apa kabar, Mas Wandi dan Mbak Mamik….
    Salam untuk keluarga tercinta di Bekasi.

    Wassalaam…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.