Musik Tradisional Kothekan

Kesenian etnik tradisional kian waktu ke waktu telah mengalami kemunduran. Di Jawa misalnya banyak seni tradisional yang tergerus arus globalisasi. Diantara sekian banyak seni tradisional salah satunya adalah seni “Kothekan”. Jaman dahulu masyarakat kampung atau pedesaan apabila hendak menumbuk padi dalam skala besar, dilakukan secara rame-rame bergotong-royong atau “sambatan”. Seraya sambil menumbuk padi, mereka bermain musik dengan lesung yang disebut kothekan.
Seni Kothekan mempunyai nilai historis dan falsafah yang luhur sebagai tuntunan hidup manusia, seperti halnya sifat-sifat kesabaran, kesederhanaan, gotong royong, keharmonisan, keindahan, kegembiraan dan sikap optimistis serta kesetiakawanan.
Keterpanggilan anak bangsa dari mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta untuk mengkreasi permainan seni kothekan, kiranya patut untuk di apresiasi.
Nah berikut ini musik kothekan lesung karya Sri Harto yang dilantunkan dengan tempo yang konstan dan penuh puji-pujian terhadap yang Maha Kuasa.

“Atur kunjuk mring Gusti Maha Agung, mugi paring pangayom kita samya, awit saking Gusti kang Maha Asih, mugi kersa ……… atur kawula”
“Hamemuji Gusti kang Maha Welas, awit saking kepareng mujo Gusti, tinebihno saking sedoyo panggoda, saha linuwarna saking rubeda”

Sumber gambar : coretanpetualang

Leave a Comment

Filed under Budaya, Musik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.