Sekilas tentang budaya IMLEK

Selamat Tahun Baru IMLEK 2565

Gong Xi Fa Cai (selamat dan semoga rezekimu bertambah)

Xin Nian Kuali Le (selamat tahun baru)


Imlek merupakan suatu rangkaian acara yang berlangsung sejak mulai malam sebelum hari pertama tahun baru hingga malam kelima belas yang biasa disebut ‘Cap Go Meh’.
Sejak kepemimpinan Gus Dur [sebut saja Bapak Toleransi], Imlek diakui sebagai hari libur nasional, atmosfer Imlek di Indonesia tiap tahun makin terasa.
Rangkaian acara Imlek umumnya diisi dengan kunjungan ke rumah orang tua, ke rumah saudara, serta ke rumah kerabat lainnya. Saat berkumpul. anak-anak serta keluarga dan teman-teman yang belum menikah akan diberi “angpau” (amplop merah berisi uang) sebagai ungkapan harapan agar mereka memperoleh nasib baik dan rezeki berlimpah pada tahun yang baru. Pada malam Cap Go Meh, bulan bersinar terang, umumnya menggantungkan lampion di dinding depan rumahnya untuk memperingati festival ini.
Makan bersama keluarga besar dan kerabat menjadi hal yang wajib sepanjang perayaan Imlek. Mulai dari dimsum, ikan, ayam, babi dan berbagai jenis makanan lainnya. Jumlah makanan yang dihidangkan harus beraneka jenis makanan dan porsi yang besar. Hal ini melambangkan kelimpahan berkah dan kekayaan dalam keluarga. Ikan dan ayam yang dimasak harus utuh dan tidak boleh dipotong menjadi beberapa bagian. (sebagai simbol keutuhan).

Budaya masyarakat China memiliki beberapa kepercayaan yang unik dalam menyambut Imlek, diantaranya :
1. Beberapa hari sebelum Imlek, rumahnya harus dibersihkan. Mulai menyapu, mengepel, hingga mengganti seprai dan kain gorden. Kaca jendela dan sudut-sudut rumah serta peralatan makan. Pernak-pernik dekorasi bernuansakan merah dan gulungan berisi kata-kata yang dinilai membawa hoki, seperti keberuntungan rezeki.
Mulai hari pertama Imlek, semua peralatan seperti sapu, sikat, kain pel dan peralatan lain untuk membersihkan rumah harus disimpan. Orang China percaya bahwa membersihkan rumah pada hari pertama tahun baru akan menyapu bersih rezeki yang akan masuk kerumah itu selama setahun ke depan. Rumah baru boleh dibersihkan lagi pada hari kedua Imlek. Saat membersihkan rumah, segala debu dan kotoran harus disapu bersih (mulai dari pintu depan lalu mengarah ke arah dalam rumah). Hal ini diyakini bahwa bencana tidak akan menimpa rumah tersebut.
2. Menyalakan petasan pada malam tahun baru dianggap sebagai cara untuk mengirim tahun yang lama keluar dan menyambut tahun baru. Pada tengah malam hari, semua pintu dan jendela yang ada di rumah harus dibuka agar tahun yang lama bisa keluar.
3. Pada hari pertama tahun baru, orang China tidak boleh mencuci rambut karena dianggap bisa mencuci bersih rezeki. Baju yang digunakan adalah baju-baju berwarna cerah, utamanya warna merah yang dianggap bisa membawa masa depan yang lebih cerah.
4. Curahan air hujan dianggap sebagai pertanda rezeki di tahun yang baru. Kalau hujan tidak turun, mereka khawatir rezeki tahun itu akan jadi seret. [yang penting jangan hujan lebat].
4. Bersikap baik dan murah senyum, tidak boleh berkata kasar atau mengucapkan hal-hal yang berbau kesialan. Segala utang harus dilunasi sebelum tahun baru tiba. Selama Imlek, tidak boleh meminjam uang atau barang apa pun karena dianggap bisa menyebabkan sepanjang tahun orang itu akan hidup berkekurangan, sehingga harus meminjam terus dari orang lain.
Angka empat (si dalam bahasa Mandarin) yang berbunyi sama dengan si pada kata kematian juga harus dihindari. Jika seorang menangis pada hari pertama tahun baru, dia akan menangis terus sepanjang tahun.
Orang pertama yang ditemui dan kata pertama yang didengar menjadi pertanda akan seperti apa peruntungan selama setahun ke depan. Semua orang harus bangun pagi pada hari pertama Imlek.
| sumber : penjelasan singkat dari seorang etnis Tionghoa |

Leave a Comment

Filed under Budaya, Renungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.