Tag Archives: pangkur

Klenengan Gadhon ASKI Surakarta

Berikut klenengan gadhon dari gamelan ASKI Surakarta dengan swarawati Ibu Supadmi. Perangkat gamelan yang digunakan cukup sederhana yaitu gendher, kendhang, rebab dan slenthem.


Rum Kuncaraning Bangsa Karono Luhuring Budoyo

Leave a Comment

Filed under gendhing jawa, Musik

Gending2 Resepsi Pernikahan

imagebam.com
Paket gending-gending untuk mengiringi acara resepsi pernikahan berikut ini, Kang Suko lakukan bersama-sama rekan-rekan paguyuban seni karawitan Prima Karya Budaya yang dilaksanakan Sabtu 11 April 2015 disalah satu gedung di kota Metropolitan.
Selama kurang lebih 120 menit tamu undangan disuguhi alunan gending-gending jawa yang menyejukkan suasana dan hiburan tari klasik Gathutkaca Gandrung.


Inilah rangkaian gending-gending yang dilantunkan untuk mengiringi pasamuan pada acara resepsi pernikahan tersebut (sesuai permintaan pemangku hajat).

Leave a Comment

Filed under gendhing jawa, Musik, seni tari, Uncategorized

Karawitan Studio RRI Surakarta – Ldr. Pangkur

Karawitan Studio RRI Surakarta pimpinan R. Ng. Hardjosasmojo sebagai pengisi acara tetap seni karawitan jawa RRI Studio Surakarta Hadiningrat.
Dekade 1960-an, karawitan asuhan R. Ng. Hardjosasmojo dengan swarawati/pesinden kondang kaloka ini begitu moncer terkenal disegala penjuru pelosok Surakarta dan sekitarnya.
Berikut ini diantara gendhing-gendhing produksi Lokananta.

Tunggu gendhing-gendhing lainnya dengan pesinden atau waranggana kaloka seperti Nyi. Tambangraras.

10 Comments

Filed under Budaya, gendhing jawa, Musik

Pangkur = Mungkur (sudah lewat)

Pangkur dalam istilah Jawa diartikan “mungkur”, mundur atau sudah lewat. Menginggalkan dan menghindari hawa nafsu yang angkara murka, semua dipikirkan senantiasa berkeinginan untuk membantu kepada sesamanya.
Gendhing 50-an [Nyi. WoroPodang]

Unduh notasi Ldr. Pangkur klik disini
Dalam tradisi Jawa, setelah manusia menginjak usia tua, mereka harus menjadi sesepuh yang bisa memberikan petuah-petuah kepada anak cucunya, seperti tembang macapat Pangkur ini :

“Jenijer neng Wedhatama, mrih tan kemba kembenganing pambudi, mangka nadyan tuwa pikun, yen tan mikani rasa, yekti sepi kasepaya sepah sampun, samangsane pasemuan, gonyak-ganyuk ngleling semi”
[Disajikan dalam serat Wedhatama, agar yang miskin pengetahuan, walaupun sudah tua pikun, jika tidak memahami rasa sejati (batin) niscaya kosong tiada berguna bagai ampas percuma sia-sia, didalam setiap pertemuan sering bertindak memalukan]

Bagaimanakah Anda ❗

3 Comments

Filed under Budaya, Musik, tembang jawa