Tag Archives: ronggowarsito

Gendhing Sinom – serat Kalatidha [pepeling untuk selalu ingat dan waspada]

Serat Kalatidha artinya serat yang berisi falsafah atau ajaran hidup manusia. ‘Kala’ artinya ‘Jaman’ Dan ‘Tidha’ artinya ‘Ragu’ (jaman Yang Penuh keraguan)
R. Ngabehi Ranggawarsita through Sebuah karyanya Yang Sampai Sekarang Tetap kesohor “Serat Kalatidha” Yang bertujuan Memberi Peringatan Kepada kitd agar Senantiasa “Eling” ditunjukan kepada Allah dan “Waspada” kepada manusia dan kehidupan manusia.
R. Ngabehi Ranggawarsita menyadari kehendak Allah yang kadang sulit diterima akal manusia. Namun beliau yakin bahwa Allah akan membantu orang-orang yang “eling lawan waspada”. Orang yang “eling dan waspada” tidak akan terombang-ambing dalam riak gelombang “Kalatidha”. Baris terakhir bait terakhir Serat Kalatidha terjemahan bebasnya adalah “Hamba menyerahkan jiwa dan raga (kepada Allah) ditulis dalam sebuah “sandhiasma” yang menunjukkan nama penulisnya: Bo RONG ang GA sa WAR ga me SI mar TA ya.

Berikut serat Kalatidha tembang Sinom Logondhang dalam format gendhing ketawangan laras slendro sanga. Mengingatkan kita untuk selalu mengingat kehidupan makna dengan tidak melupakan Tuhan dan ajaran Rasul. Simak tembang sinom yang penuh petuah dan sarat pesan moral ini. ❗ ………>

# Cakepan Bait ke-11 #
  Ya Allah ya Rasulullah, kang sipat murah lan asih, 
mugi-mugi aparinga, pitulung ingkang martani, 
ing alam awal akhir, dumununging gesang ulun, 
mangkya sampun awredha, ing wekasan kadi pundi, 
mila mugi antuka pitulung Tuhan .

Ya Allah ya Rasulullah yang bersifat pemurah lagi pengasih mudah-mudahan memberi pertolongan kepada hambamu saat-saat menjelang akhir ini. Sekarang kami telah tua, akhirnya nanti bagaimana. Hanya Tuhanlah yang mampu membantu kami.

 

 # Cakepan Umpan ke-12 #
  Sageda sabar santosa, mati sajroning ngaurip,
 kalis ing reh aruhara, murka angkara sumingkir,    
 tarlen meleng malatsih, sanityasa tyas memasuh,   
 badharing sapudhendha, antuk mayar sawetawis,   
 boRONG anGA saWARga meSImarTAya.

Semoga kami bisa sabar dan kuat, seolah mati dalam hidup, lepas dari segala keruwetan, keangkaramurkaan menjauh, biarkanlah kami hanya memhohon karuniamu, terlepas dari segala dosa, terima kasih hanya sekedarnya, hamba menyerahkan jiwa raga hamba.


Den waspada sembah, : jroning cumbana tansaha mengesthi ing GUsti.
Den waspada ing tuwuh, : tannsah enget WEDHA-ning JAGAD.

2 Comments

Filed under Budaya, gendhing jawa, Renungan, tembang jawa