Tag Archives: tarian klasik

Srikandi – Larasati

Srikandi dan Larasati dalam cerita epos Mahabarata merupakan tokoh perempuan yang tangguh, cerdas dan pandai memanah, serta rupawan pula.
Tarian Srikandi Larasati ini mengisahkan pertarungan antara Srikandi melawan Larasati. Pertarungan dimulai, kejar mnegejar dilakukan tanpa ketinggalan keris pun ikut memainkan. Serangan Srikandibbegitu mematikan, namun Larasati mampu menangkis semua serangan dan memberikan balasan yang sepadan pada Srikandi. Tiada yang kalah ataupun yang menang dalam adu ketangkasan dengan keris tersebut.
Akhir cerita Srikandi menantang Larasati adu ketrampilan memanah, dan Larasati menerima tantangannya. Hingga akhirnya Larasati sebagai pemenangnya.

Tari Klasik oleh ISI Surakarta lainnya :

Leave a Comment

Filed under Audio, Musik, seni tari

Tarian Sakral Bedhoyo Ketawang

Surakarta Hadiningrat atau Solo merupakan pusat kebudayaan Jawa yang patut untuk dieksplorasi lebih lanjut. Diantara salah satu intangible heritage yang diuri-uri hingga saat ini adalah Bedhoyo Ketawang yaitu tarian klasik dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Bedhoyo Ketawang mempunyai arti Bedhoyo yaitu penari wanita di istana, dan Ketawang atau Tawang yang berarti bintang di langit.
Tarian yang dianggap sakral ini diperagakan oleh sembilan wanita dengan tata rias sebagaimana pengantin Jawa. Hakikat tarian ini merupakan simbol yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara mikrokosmos dan makrokosmos. Suatu konsep kosmologi yang telah mendarah daging pada masyarakat Jawa sejak berabad-abad silam.
Musik yang mengiringi tarian ini adalah Kemanak, Kethuk, Kenong, Kendhang, dan Gong serta diiringi suara dan sinden. Alunan iramanya terdengar lebih halus, dibanding ketimbang tari lainnya semisal Srimpi.
Dikatakan tari Bedhoyo karena tarian ini menyesuaikan dengan gendhingnya, yaitu Bedhoyo Ketawang Ageng Pelog lima.
Urutan masuknya para penari diawali dari nama sebutan masing-masing, yaitu : Endhol Ajeg, Batak, Endhol Waton, Apit Ngarep, Apit mBuri, Gulu, Apit Meneng, Dhadha terus Buncit yang diiringi dengan Suluk Pathetan Pelog lima.

Berikut gendhing iringan Tari Bedhojo Ketawang oleh Raden Tumenggung Warsodiningrat, pesinden Nyai Bei Tamenggito, dan gamelan Keraton Surakarta Hadiningrat.

  1. Bedhojo Ketawang Ageng Pl.5 – Nyai Bei Tamenggito (16:14)
  2. Bedhojo Ketawang Suluk Pathetan Pl.5 – Kyai Kanjeng Udan PejatenĀ  (14:18)

Gamelan untuk mengiringi tarian ini :
# Kyai Kaduk Manis
# Kyai Manis Srenggo
# 2 buah Kendhang : Kanjeng Kyai Denok dan Kanjeng Kyai Iskandar
# 2 buah Rebab : Kanjeng Kyai Grantang dan Kanjeng Kyai Lipur
# Gong Ageng : Kanjeng Nyai Kumitir.

Leave a Comment

Filed under Budaya, gendhing jawa, seni tari