Tembang Dolanan Anak

tjublak2 suweng

Masa kini tembang-tembang dolanan anak seperti Cublak-Cublak Suweng, Jamuran, Menthok-Menthok dan lainnya sudah lama tidak kedengaran lagi bahkan nyaris ditinggalkan. Anak-anak jaman sekarang lebih faseh dan hafal dengan lagu-lagu percintaan yang semestinya bukan porsinya bagi anak yang memerlukan penanaman karakter, budi pekerti dan cinta kasih.

Coba ingat tembang dolanan Cublak-Cublak Suweng yang awalnya dikenalkan oleh Walisongo Sunan Giri tahun 1442M. Permainan ini mengajari tentang pencarian harta dalam kehidupan.

Suwenge ting gelenter yang artinya hartanya tersebar dimana-mana, sehingga berarti pula semua orang berlomba-lomba ingin memperolehnya. Suweng itu hiasan di telinga, lebih berharga dari anting-anting yang identik dengan harta.
Sir-sir pong dele kopong artinya didalam hati nurani yang suwung, kosong atau nihil.
Kita sadari bahwa setiap hari, minggu, bulan dan tahun ada saja keinginan jahat seperti maling, begal, koruptor yang mengincar harta. Zaman sekarang istilah korupsi identik dengan “tikus” yang sama saja binatang atau “gudhel” dalam tembang ini. Mereka selalu mesem-mesem, senyum (sopo ngguyu ndelekakhe), lihatlah para koruptor yang tetap saja nyengir kendati berurusan dengan KPK.
Sejatinya tembang permainan/dolanan itu sudah sejak zaman nenek moyang kita diajarkan bahwa kita harus selalu was-was akan adanya koruptor.

Nah inilah tembang-tambang dolanan anak yang sarat dan penuh makna galian para pendahulu berikut ini :

Walisongo memang telah mengajarkan mengenai suatu perjalanan kehidupan setiap insan manusia sehari-hari. Untuk mencari harta janganlah menuruti hawa nafsu, tetapi semuanya kembali ke hati nurani.

7 Comments

Filed under Budaya, Musik, Renungan, tembang jawa

7 Responses to Tembang Dolanan Anak

  1. Soekiwi

    Nyuwun izin share Pak Dhe ……..salam

Leave a Reply to Soekiwi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.