Ayak-ayak Pamungkas

Lantunan gending ayak-ayak Pamungkas berarti bertanda bahwa diakhirinya suatu pertunjukan atau pagelaran kesenian jawa baik itu seni karawitan, wayang orang ataupun wayang kulit.
“Ayak” artinya di interi, dicari wos atau inti, dan “pamungkas” artinya akhir [mencari titik akhir].
Cakepan atau lirik dari pada “Ayak2 Pamungkas” merupakan doa pisambat atau permohonan keselamatan hidup dengan pasrah dan penuh harap. Semoga Indonesia dikarunia rachmat, tua muda laki dan perempuan manunggal tekad membangun bangsa menuju kesejahteraan.


Dhuh Allah mugi-mugi (Ya Tuhan semoga)
Keparenga paring berkah (Mau memberikan rahmat)
Dhuh Allah lestaria (Ya Tuhan lestarikan)
Indonesia amerdika (Indonesia tetep merdeka)
Wasana wosing pangidung (Akhir sjair kami)
Tarlen amung amemuji (Tak lain hanya memuji)
Mugi bangsa Indonesia (Semoga bangsa Indonesia)
Sepuh anem jaler estri (Tua muda laki-laki dan perempuan)
Sami karsa amanunggal (Semua bersatu)
Gumolong gelenging kapti (Manunggal dalam hati)

Nikmati gending Ayak-ayak Pamungkas diawali dengan gending Prawan Pupur yang dimainkan oleh Karawitan Pemerintah Kota Surakarta bersama lantunan swarawati Ibu-Ibu Srikandi karyawati Pemkot Surakarta.

Leave a Comment

Filed under Budaya, gendhing jawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.