Category Archives: Musik

Musik Instrumental tempo doeloe

Musik instrumental ini dimainkan oleh bebrapa kelompok musi/band dari 4 Nada, Eka Sapta, Arulan, Pantja Nada dan The Disk. Lagu-lagunya seperti Pergi Ke Bulan, Berikan Daku Harapan, Putih-Putih Si Melati, Ibung-Ibung dan lainnya.

Selamat Menikmati musik-musik lawas.

Leave a Comment

Filed under Audio, jadul 60-70, Musik

Nyi. Rubinem pesinden era 60 an

sinden rubinem (2).jpg
Rubinem atau nama aslinya Maria Magdalena Rubinem, kelahiran Yogyakarta 1927 adalah merupakan pesinden/waranggana kondang di era 60-an. Belajar nyinden dari para seniman di Keraton Yogyakarta, meski tak sekolah Rubinem bisa membaca dan menulis. Ia juga ditetapkan sebagai pesinden tetap untuk mengisi acar kesenian di RRI Stasiun Nusantara II Yogyakarta.
Di jaman keemasannya tahun 1948-1980, ia pernah manggung berkali-kali di Istana Kepresidenan. Disamping sebagai waranggana, Rubinem menggeluti sebagai penjual nasi gudeg di kompleks Terminal Jombor Sleman Yogakarta.
Rubinem yang berparas cantik nan aduhai ini mmempunyai “suara tak ada yang menandinginya” itulah kata Ibunda Jumiyem.
Peraih penghargaan dari PEPADI “Anindya Karya Waranggana” dan hadiah jutaan rupiah.
Inilah diantaranya gendingan yang di bawakan oleh Rubinem yang juga sebagai pengisi Acara Pangkur Jenggleng bersama Basiyo cs.

Leave a Comment

Filed under Audio, Budaya, gendhing jawa

Sholawat [Cahaya Rasul, Lailatul Cadar]

Lantunan sholawat oleh Wafiq Azizah, Cahaya Rasul, Lailatul Qadar, Hidupku Sunahku, Yaa Ilahi, Munajab, Taubah.

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Leave a Comment

Filed under Audio, Musik

UyonUyon Siteran

Cring-cring-cring… suara petikan siter yang enak untuk didengarkan, ibarat musik siter merupajan suatu treble nya yang harus mampu untuk mengimbangni vokal dan juga bass.
Untuk mengisi suatu nada yang kosong pada saat penampilan. Semakin ahli petikan dari pemain, maka akan semakin indah juga suara yang akan dihasilkan
Siter adalah alat musik petik di dalam gamelan jawa. Sumber bunyi yang berasal dari string pada instrumen ini menghasilkan nada-nada harmonis yang kian memperindah untaian musik gamelan.

Inilah musik siter gamelan jawa yang digabungkan dengan kendang, gong dari bambu serta pesinden dan wiraswara.

3 Comments

Filed under gendhing jawa

Panyandra Pengantin adat Jawa

imagebam.com
Panyandra atau Pranata Cara (M.C), Pembawa Acara,Pambiwara, Pranata Adicara, Pranata Titi Laksana, Panata Adicara, Paniti Laksana atau juga disebut Pranata Laksitaning Adicara adalah seorang yang menata acara sebagai pedoman bagi jalannya sebuah acara. Sebagai bentuk strategi mempertahankan bahasa ibu, karena di dalam tradisi pernikahan jawa ada yang disebut sebagai panyandra temanten. Didalam itu terdapat penggunaan bahasa Jawa krama inggil , yang belakangan ini mulai mengalami tanda-tanda pengikisan. Padahal posisi bahasan jawa krama inggil ini adalah sebagai bahasa ibu yang seharusnya tetap eksis.
Pranata acara adat jawa tentu tentu memiliki karakteristik sendiri. Setiap pranata acara tentu harus dapat meramu kata-kata yang dilontarkannya sehingga memberi kesan indah. Pemilihan kata-kata dan kiasan yang dilakukan oleh seorang pranata acara mempu menumbuhkan kesan sakral, anggun, dan mampu menunjukkan citra budayanya.
Pernikahan adat jawa memiliki nilai filosofis yang tinggi pada setiap tahapan yang dilalui dalam upacara adat. Didalam upacara adat pernikahan masyarakat jawa, terdapat tuturan-tuturan yang mengirigi prosesi ritual. Tuturan tersebut dimaksudkan agar para tamu mengetahui serta mendapatkan gambaran mengenai suasana, situasi maupun makna dari tiap-tiap prosesi yang dilakukan.
Selain menggunakan bahsa jawa ragam krama alus, seorang pranata acara juga kerap menggunakan bahasa kawi. Bahasa ini dinilai memiliki nilai estetika yang tinggi seperti :
“Sri Pengantin putri hangagem busana ingkang sarwa retna, hangagem busananing Rajapitri, katon pating gelebyar pating pancurat lamun kasorot sunaring padam kuurung ingkang hangrenggani sasana adi, pan yayah kartika kasilih prenali”

Berikut ini pranata acara atau panyondro pengatin adat jawa dengan iringan gamelan jawa :

  1. Kebogiro   [Temu/Panggih]
  2. Monggang   [Kacar Kucur]
  3. Sriwidodo   [Sungkeman]
  4. Ibu Pertiwi   [Kirab I]
  5. Subokastowo   [Kirab II]
  6. Udan Basuki   [Wejangan/Ular-2]

# Rahayu Sagung Dumadi #

Leave a Comment

Filed under Budaya, gendhing jawa

Artis Legendaris Lilis Suryani [Gang Kelinci]

imagebam.com

Lilis Suryani penyanyi legendaris yang lahir di Jakarta, 22 Agustus 1948 ini begitu dikenal baik dari kalangan anak-anak sampai yang tua dengan lagunya “Gang Kelinci”. Di usia 15 tahun, Lilis datang kepada Titiek Pusoa untuk minta dibuatkan lagu. Namun kala itu Titiek Puspa tidak punya gagasan, karena hari sudah sore diantarlah Lilis Suryani pulang dengan naik becak. Begitu memasuki tempat tinggal Lilis yang berlokasi di gang kelinci. Titiek takjub dengan padatnya pemukiman dan keramaian anak-anak disitu. Lewat inspirasi itu, Titiek Puspa mencipta lagu Gang Kelinci.
Diusia yang masih muda dalam hal tarik suara, Lilis Suryani sudah menampakkan kebilehannya. Lagu tersohor karya sendiri adalah Tiga Malam, Di Kala Malam Tiba, Baju Loreng, Hesty.
Lagu-lagu dari Lilis Suryani sebagian isi liriknya diangkat dari kisah kehiidupannya sendiri dan bervariatif tentang tema cinta, jenaka, balada hingga patriotisme [Dayung Palinggam, Tandak Sambat, Cing Tulungan].

Jakarta
Kotaku
indah dan megah
Disitulah aku dilahirkan
Rumahku disalah satu gang
Namanya Gang Kelinci

Berikut sebagian lagu-lagu dari album Legendaris Lilis Suryani :

Leave a Comment

Filed under jadul 60-70, Musik

STSI – Kidung Natal [Dalu Suci]

image host

Gendingan Kidung Natal karya dan kreasi anak bangsa oleh mahasiwa dan mahasiswi seni Karawitan Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI)  dengan garap ketawangan : Allah Rama Linuhurna, Ayem Wonten Ing Sang Kristus, Dalu Suci, Pucung Gesang Anyar, Sih Rahmating Gusti, Yesus Sang Pamase.

Leave a Comment

Filed under gendhing jawa, tembang jawa

Tembang Jenis Seriosa

Seriosa dianggap sebagai jenis musik yang memiliki mutu artistik tinggi, sepaket dengan tangga nada yang tinggi dan sulit dijangkau oleh kebanyakan orang. Dibutuhkan vibrasi yang baik serta suara yang lebih tinggi.
Penyanyi seriosa harus mampu mengungkapkan lagu secara serius mengejawantahkan atau menafsirkan maksud dan tujuan dari tema lagu secara tepat. Mampu larut ke dalam lagu itu sendiri, bahkan harus mampun berbuat sebagai subjek dari lagunya.
Sayangnya saat ini, kesenian musik klasik seriosa seakan luput termakan zaman dan mulai ditinggalkan bahkan dilupakan.

Berikut beberapa tembang jenis seriosa oleh penyanyi yang pernah menjuarai Bintang Radio 1957 untuk menggugah kembali tentang lagu-lagu seriosa.

  • Bintang Sedjuta – Pranadjaja yang bersuara tenor
  • Dahaga – Pranadjaja
  • Kasih Diambang Pintu – Norma Sanger bersuara mezzo sopran
  • Malam Kenangan – Norma Sanger
  • Kisah Angin Malam – Andy Mulja
  • Kisah Mawar Dimalam Hari – Andy Mulja
  •  

     

    4 Comments

    Filed under Musik

    Beksan (Tari) Gambyong

    Tari beksan Gambyong merupakan salah satu jenis tari tradisional yang berasal dari daerah Surakarta Hadiningrat. Dari awal tari ini hanyalah sebuah tarian jalanan (teledek) atau tarian rakyat.
    Tari Gambyong diambil dari sebuah nama seorang penari kondang yang bernama Sri Gambyong. Sebagai penari ia mempunyai suara yang sangat merdu dan keluwesan dalam gerak menari.
    Oleh raja kasunanan Surakarta Paku Buwana IV, Sri Gambyong diminta untuk pentas menari dilingkungan keraton. Sejak saat itulah tarian Sri Gambyong dinamakan “Tari Gambyong”.
    Tari Gambyong pada penampilannya terbagi menjadi 3 bagian yaitu gerakan awal (maju beksan), gerakan utama (beksan), dan gerakan penutup (mundur beksan). Gerakan yang bertempo pelan dan lemah gemulai menggambarkan sebuah kelembutan dan keindahan seorang wanita. Pandangan mata penari sering meliat kearah jari tangan seiring dengan gerakan tangannya, pun gerakan kaki dan tangan bergerak secara harmonis mengikuti irama kendang dan alunan musik gamelan sebagai pengiring yang biasanya dengan gending ladrang Pangkur.
    Silahkan simak dan ikuti Tari Gambyong dengan seksama gerak dan kiprahnya yang lembut dan indah. 

    Leave a Comment

    Filed under Budaya, seni tari

    Gending cipta karya Ki. Tjokrowasito

    Ki. Tjokrowasito empu karawitan telah banyak menelorkan karya-karyagending seperti Kae Lho, Gembiroloka, JaJaJa. Sebelum wafat tepatnya tanggal  30 Agustus 2007 atau berusia 104 tahun, Ki. Tjokrowasito meninggalkan pesan yang tertulis di Monumen Tapak Prasasti Ki. Tjokrowasito “Lestarikan seni klasik Jawa sebelum kita tercerabut dari akar budaya”
    Berikut gending-gending dolanan karya Ki. Tjokrowasito.

    1. Kae Lho
    2. Ja Ja Ja
    3. Sepur Truthug
    4. Jaran Teji
    5. Padhang Bulan

    3 Comments

    Filed under Budaya, gendhing jawa, Musik