Tembang Jenis Seriosa

Seriosa dianggap sebagai jenis musik yang memiliki mutu artistik tinggi, sepaket dengan tangga nada yang tinggi dan sulit dijangkau oleh kebanyakan orang. Dibutuhkan vibrasi yang baik serta suara yang lebih tinggi.
Penyanyi seriosa harus mampu mengungkapkan lagu secara serius mengejawantahkan atau menafsirkan maksud dan tujuan dari tema lagu secara tepat. Mampu larut ke dalam lagu itu sendiri, bahkan harus mampun berbuat sebagai subjek dari lagunya.
Sayangnya saat ini, kesenian musik klasik seriosa seakan luput termakan zaman dan mulai ditinggalkan bahkan dilupakan.

Berikut beberapa tembang jenis seriosa oleh penyanyi yang pernah menjuarai Bintang Radio 1957 untuk menggugah kembali tentang lagu-lagu seriosa.

  • Bintang Sedjuta – Pranadjaja yang bersuara tenor
  • Dahaga – Pranadjaja
  • Kasih Diambang Pintu – Norma Sanger bersuara mezzo sopran
  • Malam Kenangan – Norma Sanger
  • Kisah Angin Malam – Andy Mulja
  • Kisah Mawar Dimalam Hari – Andy Mulja
  •  

     

    4 Comments

    Filed under Musik

    Beksan (Tari) Gambyong

    Tari beksan Gambyong merupakan salah satu jenis tari tradisional yang berasal dari daerah Surakarta Hadiningrat. Dari awal tari ini hanyalah sebuah tarian jalanan (teledek) atau tarian rakyat.
    Tari Gambyong diambil dari sebuah nama seorang penari kondang yang bernama Sri Gambyong. Sebagai penari ia mempunyai suara yang sangat merdu dan keluwesan dalam gerak menari.
    Oleh raja kasunanan Surakarta Paku Buwana IV, Sri Gambyong diminta untuk pentas menari dilingkungan keraton. Sejak saat itulah tarian Sri Gambyong dinamakan “Tari Gambyong”.
    Tari Gambyong pada penampilannya terbagi menjadi 3 bagian yaitu gerakan awal (maju beksan), gerakan utama (beksan), dan gerakan penutup (mundur beksan). Gerakan yang bertempo pelan dan lemah gemulai menggambarkan sebuah kelembutan dan keindahan seorang wanita. Pandangan mata penari sering meliat kearah jari tangan seiring dengan gerakan tangannya, pun gerakan kaki dan tangan bergerak secara harmonis mengikuti irama kendang dan alunan musik gamelan sebagai pengiring yang biasanya dengan gending ladrang Pangkur.
    Silahkan simak dan ikuti Tari Gambyong dengan seksama gerak dan kiprahnya yang lembut dan indah. 

    Leave a Comment

    Filed under Budaya, seni tari

    Gending cipta karya Ki. Tjokrowasito

    Ki. Tjokrowasito empu karawitan telah banyak menelorkan karya-karyagending seperti Kae Lho, Gembiroloka, JaJaJa. Sebelum wafat tepatnya tanggal  30 Agustus 2007 atau berusia 104 tahun, Ki. Tjokrowasito meninggalkan pesan yang tertulis di Monumen Tapak Prasasti Ki. Tjokrowasito “Lestarikan seni klasik Jawa sebelum kita tercerabut dari akar budaya”
    Berikut gending-gending dolanan karya Ki. Tjokrowasito.

    1. Kae Lho
    2. Ja Ja Ja
    3. Sepur Truthug
    4. Jaran Teji
    5. Padhang Bulan

    3 Comments

    Filed under Budaya, gendhing jawa, Musik

    Tari Pendet

    JNQENa.jpg
    Gending pengiring Tari Pendet yaitu Petegak Pendet.

    Tari Pendet mempunyai hubungan erat dengan adat agama, Pendet diturunkan dari kata “Pendeta” yang berfungsi sebagai media dikala manusia melakukan upacara keagamaan manembah Tuhan. Pendeta juga berarti orang yang menjadi pimpinan agama.
    Tari Pendet berciri gerakan yang khas tentang kehalusan jiwa tertuang dalam dalam lemah gemulainya gerak tangan dan sikap melukiskan seorang Pendeta yang sedang memuja keagungan Tuhan, atau menggambarkan orang Hindu Bali selagi melaksanakan upacara sembahyang di pura.
    Bentuk tari Pendet tergolong klasik yang pada mulanya khusus sebagai tarian upacara dewa, namun sekarang dipergunakan juga untuk menyambut tamu agung atau sewaktu-waktu sebagai pertunjukkan yang umum di tarikan secara masal atau di tarikan oleh lebih dari satu penari putri.

    Leave a Comment

    Filed under Budaya, Musik, seni tari

    Dendang Lebaran – Suara Takbir

    Siti Nurhaliza dalam lagu dendang lebaran yaitu Air Mata Syawal, Anugerah Aidilfitri, Bila Hari Raya Menjelma, Mekar Hari Raya, Meriah Suasana Hari Raya. Nazam Lebaran, Sesuci Lebaran dan Suara Takbir.

    2 Comments

    Filed under Audio, jadul 60-70

    Selamat Jalan Didi Kempot Maestro Campursari

    imagebam.com

    Telah berpulang kerachmatullah dengan tenang Maestro Didi Kempot dalam usia 53 tahun pada hari Selasa tanggal 5 Mei 2020 pukul 07.30 WIB. Semoga husnul khotimah.
    Selamat Jalan Didi Kempot, The Lord Didi, My Father of Broken Heart, tenanglah di hadapanNya, aku disini akan tetap berdendang nyanyian Campursari.


    Didi Kempot atau nama aslinya Dionisius Prasetyo adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu-lagu Campursari asal dari Surakarta. Almarhum merupakan anak pelawak Ranto Edi Gudel (Mbah Ranto) dan adik dari pelawak senior Srimulat Mamik Prakoso.
    Lagu-lagunya bertemakan tentang kesedihan, cinta dan patah hati.
    Didi bisa membuktikan kepada kita semua bahwa budaya nenek moyang bisa diimplementasikan berbarengan dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini. Konsisten sebagai aset bangsa yang ingin agar budaya asli ini tidak luntur tergilas kejamnya peradaban teknologi. Sebagai penghibur papan atas yang lahir dari bawah ini bisa membuai telinga pendengarnya.
    Ajakan Didi Kempot dalam bahasa Jawa yang kurang lebih seperti ini: “Ojo isin karo budayane dhewe nggih Mas, seneng musik rock monggo, seneng musik reggae monggo, seneng musik heavy metal nggih monggo, tapi ampun pernah isin nyanyi Campursari, wong Jowo ampun ngantos kelangan Jowone”.

    “Ojo Mudik” adalah lagu yang ia nyanyikan dan karang terakhir, terkait dengan Corona. Lagunya sederhana yang diulang-ulang bagaikan sebuah nyanyian yang bisa mempersuasi orang untuk tidak mudik.
    Selamat Jalan The Godfather of Broken Heart.

    Leave a Comment

    Filed under Renungan, tembang jawa, Uncategorized

    Ramadhan 1441 H

    imagebam.com

    Marhaban Ya Ramadhan
    Semoga di bulan yang suci ini kita diberikan petunjuk-Nya dan selalu dalam lindungan Allah SWT
    Selamat menunaikan ibadah Puasa
    Mohon Maaf Lahir Batin

    Leave a Comment

    Filed under Audio, tak berkategori

    Seleksi Sukses Tetty Kadi dan Ernie Djohan

    imagebam.com
    Berikut ini beberapa tembang tempo doeloe oleh Tetty Kadi dan Ernie Djohan yang begitu populer di era 60-70an.
    Diusianya yang masih belia Tetty Kadi pertama kali bernyanyi di negeri tetangga Singapura dengan lagunya Sepanjang Jalan Kenangan. Berkat asuhan dari A. Riyanto, Tetty Kadi mampu berdendang dengan apik, dan di tahun 1967 keluarlah album kedua dengan Pulau Seribu, yang selanjutnya album berikutnya berjudul Teringat Selalu.
    Begitu pula, Ernie Djohan dalam usianya yang baru belasan tahun sudah mampu menampakkan kebolehannya dalam hal tarik suara. Lagu dengan single Surya Gemilang ciptaan Saiful Bahri sebagai album perdana yang direkam di Singapura merupakan awal beranjaknya karier Ernie.
    Inilah beberapa lagu dari Tetty Kadi dan Ernie Djohan pada album Seleksi Sukses Tetty Kadi dan Ernie Djohan.

    4 Comments

    Filed under jadul 60-70

    Gamelan Kyai Kanyut Mesem – Karawitan Langenpraja Mangkunegaran

    Gamelan Kyai Kanyut Mesem yang tersimpan di Pura Mangkunegaran ini sudah berusia 200 tahun lebih. Konon Gamelan tersebut dibawa dari Demak ke Keraton Mangkunegaran menggunakan gerobak. Oleh Sunan Kalijaga gamelan itu digunakan untuk mensiarkan agama Islam di tanah Jawa.
    Untuk mendengarkan alunan suara gamelan yang bersejarah tersebut berikut gendhingan yang dimainkan oleh Karawitan Langenpraja dengan swarawati Ngabei Setyolaras, Shintolaras, Ronggolaras dan Trimurti dibawah asuhan R.M. Tarwo Sumosutargo.

    1. Gdh. Mesem – Ldr. Sri Sadono Sl.9
    2. Gdh. Srikastowo – Ldr. Basuki – Ktw. Sitomardowo Pl.Br
    3. Ayak-ayak Kaloran Sl.

    3 Comments

    Filed under gendhing jawa, Musik

    Satrio Piningit |Koko Thole|

    imagebam.com
    Koko Thole yang mempunyai nama asli Joko Priyono adalah sebagai penyanyi musik campursari dan keroncong. Keroncong merupakan musik asli bangsa Indonesia, menanamkan nilai-nilai ke Indonesiaan.
    Pada album SatrioPiningit, Koko Thole melalui karyanya memberikan pesan moral mengenai kehidupan manusia untuk menjaga tingkah laku demi mewujudkan dan menjadikan pribadi yang baik. Lagu-lagunya mengangkat kultur dan fenomena kebangsaan di negeri ini. Ciptaan lagu-lagunya mempunyai khas tersendiri yaitu pada hentakan musik dan liriknya yang gado-gado.

    “Topeng ireng jerone putih, topeng putih jerone ireng. Topeng perak sing bener ojo dirusak, topeng wojo luwih becik sing prasojo…”

    Sing salah ora mesti salah, sing bener yo ora mesti bener, he he he….

    Leave a Comment

    Filed under Budaya, Musik, tembang jawa