Renungan Ilir-Ilir – Kyai Kanjeng [Cak Nun]

Renungan tembang Ilir-Ilir karya Sunan Kalijaga yang penuh makna dan pitutur.

Mengajak semua memasuki dunia Lir ILir……(Lir iLir….Lir iLir….Tandure woh sumilir tak ijo royo-royo tak sengguh temanten anyar………..)
Kanjeng Sunan Ampel seakan-akan baru hari ini bertutur kepada kita, tentang kita, tentang segala sesuatu yang kita mengalaminya sendiri namun tidak kunjung sanggup kita mengerti. Sejak lima abad silam syair itu telah Ia lantunkan dan tak ada jaminan bahwa sekarang kita sudah paham, padahal kata-kata beliau mengeja kehidupan kita ini sendiri, alfa….beta..alif…ba….’ ta’….kebingungan sejarah kita dari hari-kehari, sejarah tentang sebuah negri yang puncak kerusakannya terletak pada ketidak sanggupan para penghuninya untuk mengakui betapa kerusakan itu sudah sedemikian tidak terperi “menggeliatlah dari matimu!!! tutur sang Sunan…” Siumanlah dari pingsan berpuluh-puluh tahun, bangkitlah dari nyenyak tidurmu sungguh negri ini adalah penggalan Surga!! Surga seakan-akan pernah bocor mencipratkan kekayaan dan keindahannya, dan cipratan keindahan itu bernama Indonesia Raya. Kau bisa tanam benih kesejahteraanapa saja diatas kesuburan tanahnya yang tidak terkirakan ditengah hijau bumi kepulauan yang bergandeng-gandeng mesra. Continue reading

Leave a Comment

Filed under Budaya, Renungan, tembang jawa

Gus Dur – Sholawat Syi’ir Tanpo Waton

Sholawat syi’ir karya Gus Nizam (K.H. Mohammad Nizam As Shofa) ini terinspirasi oleh keprihatinan atas perilaku umat, begitu mudahnya orang mengumbar kekerasan dan begitupula gampangnya mengkafirkan orang, namun tidak memperhatikan kekafiran dirinya sendiri.
Dalam baitnya disebutkan betapa banyak orang yang hafal Al-Qur’an dan Hadis namun justru senang mengkafirkan orang lain, sementara kekafiran dirinya sendiri tak pernah diperhatikan. Begitulah sifat mereka yang masih kotor hati dan akalnya.
Betapa banyak golongan yang merasa dirinya paling paham makna Al-Qur’an dan Hadis lalu mengklaim diri sebagai golongan yang paling benar, dan pada saat yang sama merasa berhak mengkafirkan golongan lain?

akeh kang apal Qur’an haditse
seneng ngafirke marang liyane
kafire dewe gag di gatekake
yen isih kotor ati akale
yen isih kotor ati akale

Simak lirik lengkapnya :

Liriknya:
Astagfirullah robbal baroya
Astagfirulloh minal khotoya
Robbi zidni `ilmannaafii’a
Wawaffikni `amalan sholiha

Ya Rosulallah, Salamun ‘Alaik
Ya Rofi’asy – syani waddaroji
‘Atfatan yajirotal ‘alami
Ya uhailal judi walkaromi (2x)
________________________

Ngawiti ingsun nglaras Syiiran
Kelawan muji marang Pangeran
Kang paring rahmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo pitungan (2x)

Duh bolo konco priyo wanito
Ojo mong ngaji Syare’at bloko
Gur pinter ndongeng,
nulis lan moco
Tembe mburine bakal sengsoro (2x)

Akeh kang apal Qur’an haditse
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe gag di gatekke
Yen isih kotor ati akale (2x)

Gampang kabujuk nafsu angkoro
Ing pepaese gebyare ndunyo
Iri lan meri sugihe tonggo
Mulo atine peteng lan nisto (2x)

Ayo sedulur jo nglaleake
Wajibe ngaji sak pranatane
Nggo ngandelake iman tauhite
Baguse sangu mulyo matine (2x)

Kang aran soleh bagus atine
Kerono mapan seri ngelmune
Laku thoriqot lan ma’rifate
Ugo hakikot manjing rasane (2x)

Al-Qur’an Qodim wahyu minulyo
Tanpo ditulis biso diwoco
Iku wejangan guru waskito
Den tancepake ing njero dodo (2x)

Kumantil ati lan pikiran
Mrasuk ing badan kabeh jeroan
Mu’jizat Rosul dadi pedoman
Minongko dalan manjinge iman (2x)

Kelawan Allah kang moho suci
Kudu rangkulan rino lan wengi
Ditirakati diriyadhohi
Dzikir lan suluk jo nganti lali (2x)

Uripe ayem rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar narimo najan pas pasan
Kabeh tinakdir saking pengeran (2x)

Kelawan konco dulur lan tonggo
kang podo rukun ojo ngasio
Iku sunahe Rosul kang mulyo
Nabi Muhammad panutan kito (2x)

Ayo nglakoni sakabehane
Allah kang bakal ngangkat derajate
Senajan ashor toto dhohire
Ananging mulyo maqom drajate (2x)

Lamun palastro ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Allah swargo manggone
Utuh mayite ugo ulese (2x)

1 Comment

Filed under Budaya, Musik, Renungan

Tujuh Wasiat Sunan Drajat

Sunan Drajat atau Raden Qosim adalah seorang wali yang berjiwa dermawan dan sosial, terkenal dengan kearifan dan keluhuran budi. Beliau dalam mengajarkan Islam dilakukan dengan penuh kasih sayang, tanpa disertai dengan paksaan dan kekerasan. Dalam melakukan dakwah melalui lantunan tembang dengan diiringi musik gamelan.

Tujuh Wasiat (pepali pitu) sebagai penuntun hidup manusia yaitu :
1. Memangun resep tyasing sasomo (Kita harus selalu mmebuat senang orang lain)
2. Jroning suka kudu eling lan waspada (Dalam suasana suka, harus ingat dan waspada)
3. Laksmitaning subroto tan nyipta marang pringgabayaning lampah (Dalam perjalanan mencapai cita-cita luhur, kita tidak peduli dengan segala rintangan dan hambatan)
4. Meper hardaning pancadriya (Harus selalu menekan gelora hawa nafsu)
5. Heneng-hening-henung (Dalam suasana dan keadaan diam, kita akan memperoleh keheningan dan dlam hening itulah kita akan mencapai cita-cita luhur)
6. Mulya guna panca waktu (Suatu kebahagiaan lahir dan batin akan kita capai dengan sholat lima waktu)

7. Menehono teken marang wong kan wuta (Berilah petunjuk kepada orang bodoh. Maksudnya adalah kalangan ulama atau orang yang berpengetahuan semestinya memberikan bimbingan dakwah dan petuah kepada siapapun yang belum bisa atau belum tahu agar bisa dijadikan pedoman hidup)
Menehono mangan marang wong kang luwe (Sejahterakanlah kehidupan rakyat yang miskin).
Menehono busono marang wong kang wudo (ajarkanlah budi pekerti, etika kepada orang yang tidak tahu malu)
Menehono ngiyub marang wong kang kudanan (Berilah perlindungan kepada orang yang menderita)

1 Comment

Filed under Budaya, Renungan

Kopi Jae – OrkesKeroncong Cempaka Putih

imagebam.com
Orkes Keroncong Cempaka Putih pimpinan Slametto bersama penyanyi Ismanto, S. Harni, Is. Sutikno, dalam album Potong Padi berlebel Lokananta ACI-024.

  1. Halo-Halo Bandung – Kusuma Hati  (S.Harni dkk)
  2. Piye-Piye  (Ismanto, S.Harni)
  3. Tinggi Gunung Seribu Janji (Is Sutikno)
  4. Kaos Oblong  (Ismanto)
  5. Kopi Jae  (S.Harni)
  6. Apa Arti Cinta  (Ismanto)
  7. Rekreasi  (Ismanto)
  8. Pasar Pon  (Ismanto)
  9. Putu Bumbung  (Ismanto)

5 Comments

Filed under Audio, Musik

Alunan nada keroncong Retno Handayani

Retno Handayani yang selalu peduli dan eksis dalam dunia keroncong bersama Orkes Keroncong Nada Kencana dan Orkes Surakarta membawakan beberapa lagu keroncong. [Lagu permintaan Bung Hamam Ashari]

O.K. Nada Kencana pimpinan Sunarno, dengan lagunya :

Orkes Surakarta Seksi Asli, dengan lagunya : (Lokananta, ACI-065)

6 Comments

Filed under Musik

Ber-Adu dalam Memori ke-220

Beradu dalam Memori edisi ke-220 ini menghadirkan musik instrumental seperti berikut ini:

Pertanyaan :
1. Apa nama lagu dimaksud?
2. Siapa pencipta lagu tsb?


Jawaban BdM edisi 219 yang benar yaitu [1] Kr. Serenade, [2] Band NKRI (sebutan kebanyakan orang lain dari D’Lloyd). Tidak ada jawaban yang benar.

4 Comments

Filed under Musik, tak berkategori

Ber-Adu dalam Memori ke-219

1. Ini lagu keroncong  dalam irama instrumental hasil karya cipta Kusbini. Irama musiknya seperti berikut :

Pertanyaan : Apa nama judul lagu keroncong dimaksud?

2. Group Band legendaris era 70-an ini personilnya terdiri dari berbagai etnis Nusantara, tidak seperti umpama Koes Plus, Panbers.
Pertanyaan : Sebut nama lain dari Group Band tsb?


Jawaban BdM edisi ke-218 adalah : [1] Dewi Yull, terjawab benar oleh Mas SimonBSD. [2} Matsuri, dijawab benar oleh Mas Wijono.

6 Comments

Filed under jadul 60-70, Musik, tak berkategori