Panyandra Kirab Kasatriyan pada Pahargyan Pengantin

Usai dilangsungkan Kirab Kanarendran [iringan gendhing Langengita Srinarendra], adi cara selanjutnya yaitu Kirab Kasatriyan (ganti busana). Kedua pengantin kembali menuju memasuki sasana pawiwahan.

“Dupi wus purna nggenya gantos busana, dening Sang SubaManggala, Sri panganten sarimbit gya kaderekaken miyos saking panti busana wangsul manjing sasana pahargyan” 

Jalannya kirab kedua pengantin diiringi gendhing Ketawang Subakastawa laras pelog nem.    [panyandra Kirab Kasatriyan]

Leave a Comment

Filed under Audio, Budaya, gendhing jawa, Musik

Pelantun tembang Mama Eddy Silitonga tutup usia

imagebam.com
Kembali dunia musik kehilangan penyanyi ya pelantun Mama dari Eddy Silitonga telah dipanggil oleh Sang Khalik dinihari pukul 00.05 WIB hari Kamis dalam usia 65 tahun (17 Nopember 1950).
Lagu-lagu terkenal yang pernah dilantunkan seperti Mama karya Murry, Biarlah Kusendiri karya Rinto Harahap, Jatuh Cinta karya Titiek Puspa.

Selamat Jalan Eddy Silitonga, semoga mendapatkan tempat yang terbaik disisiNYA. Lagu-lagumu tetap dikenang sepanjang masa.

1 Comment

Filed under jadul 60-70, Musik

Ber-Adu dalam Memori ke-182

Inilah adu memori untuk edisi ke-182, dengan pertanyaan perihal lagu-lagu lawas dan tembang dolanan.

1. Alfian adalah penyanyi era 60-70an yang cukup dikenal kala itu. Deretan lagu-lagunya  mengisahkan tentang kehidupan dan kisah cinta.
Pertanyaan : Sebutkan 5 lagu dari Alfian yang mengambil setting beberapa tempat?

2. Cermati lagu/gendingan seperti berikut ini :

Pertanyaan : Apa nama lagu dolanan dimaksud?


Jawaban BdM edisi 181 adalah : (1) Oentoek Paduka Jang Mulia Presiden Soekarno, diawab benar oleh Mas SimonBSD, Mas Denny dan Mas Dave Haryono. (2) Nurseha, benar dijawab oleh Mas Wijono, Mas Denny dan Mas Dave Haryono.

3 Comments

Filed under Audio, gendhing jawa, jadul 60-70, Musik

Abunawas – Mus Mulyadi

imagebam.com
Album Abunawas  dengan penyanyi Mus Mulyadi, Seiko dan Wati Ariani bersama Band The Greatest asuhan I. Mardiyanto. Ada 15 track lagu diantaranya Hana Caraka, Gatutkoco Edan, Gajah Karo Kantjil, Abunawas, Arya Penangsang, Reog Ponorogo.


Hana Caraka lagu yang menceritakan Aji Saka. Aji Saka menyuruh anak buahnya Dora untuk mengambil pusaka keris saktinya yang dibawa oleh Sembada. Namun oleh Sembada tidak mengijinkan sesuai pesan AjiSaka. Terjadilah perkelaian, yang akhirnya keduanya sama-sama meninggal. Untuk mengenang atas wafatnya kedua anak buahnya itu, Aji Saka mengabadikan dalam sebuah Aksara huruf yang berbunyi dan tulisannya :

http://i0.wp.com/1.bp.blogspot.com/-SOLNQRCIEZQ/UU_vNaKtCvI/AAAAAAAAEFE/h8GLN0jLnLs/s1600/aksara+jawa.jpg?w=500

Ha Na Ca Ra Ka : ada utusan
Da Ta Sa Wa La : saling berkelai
Pa Dha Ja Ya Nya : sama-sama sakti
Ma Ga Ba Tha Nga : sama-sama menjadi mayat

2 Comments

Filed under Audio, Musik, tembang jawa

Ber-Adu dalam Memori ke-181

Beradu dalam Memori untuk edisi 181 tentang lagu lawas dan penyanyi era 60-an.

1. Cermati lirik dari lagu lawas karya dari Soetedjo berikut ini :
“Kan kudo’akan kehadirat Illahi, semoga paduka tetap sejahtera selalu, betapa bahagia rakyat Indonesia dalam bimbingan paduka yang mulia”
Pertanyaan : Ada pada lagu apakah itu?

2. Kita mengenal sebutan dari penyanyi terkenal seperti Buaya Keroncong, Si Ratu Kembang Katjang, Kutilang Minang dlsb.
Pertanyaan : Siapa nama penyanyi era 60-an dengan sebutan si “Perkutut Minang”?


Jawaban BdM edisi sebelumnya yaitu : (1) Pantang Mundur, Kopral Djono, Jumpa ABRI, Namamu Selalu, dijawab benar oleh Mas Wijono, Mas Denny, Mas Dave Haryono dan Grandes. (2) H. Husein Mutahar, dijawab dengan benar oleh Mas Simon, Mas Denny dan Mas Dave Haryono.

9 Comments

Filed under jadul 60-70, tak berkategori

Dirgahayu Indonesia ke-71

https://1.bp.blogspot.com/-Kk0J1oLXusE/V2VdIwJtoqI/AAAAAAAADr8/0eP7I2iGMcwJ_H-F3t4ckWzK22Khq7zVgCLcB/s1600/logo%2BHUT%2BRI%2B2016.jpgDirgahayu Republik Indonesia yang ke-71
Ikut mangayubagyo Kemerdekaan R.I. ke-71. Negeri yang panjang punjung gemah ripah loh jinawi, kerta raharja.
Sekali Merdeka tetap Merdeka.

Berikut persembahan Gending Ldr. DIRGAHAYU – Ktw. PAMUJI – Dolan Menyang SOLO.


Panjang punjung gemah ripah loh jinawe
Kerto lan raharjo ing Nuswantoro
Nyoto jero tancepe apadhang gde obore
Murah sandang pangan … DIRGAHAYU

Om awignam astu mana
Mugi rahayu o sagung dumadi
Anenuwun kunjuk ing ngarso Ywang Agung
Benjang lahir risang bayi
Dadyo manungso kang tangguh
Tanggap ing sasmito lantip
Prawiro jayeng palugon
Dolan menyang solo meh wae aku moh mulih
Warno-warno endah ing budhoyo
Swasono pranyoto datan mboseni
Yen wengi tan bedha koyo ing wanci rino
Akeh eden-eden kesenian nengsemake
Tansah nglam-lami kutho Surokarto

Sambang lan serawung solah bowo muna-muni
Wiwito kuno duking boso jowo
Wus lumadi ungggah-ungguh den tetepi
Sanadyan alame bedho lan dhek semono
Pembangunan nyoto wis biso di resakake
Tansah nglam-lami kutho Surokarto.

2 Comments

Filed under gendhing jawa, Musik, Renungan

Lancaran 45 [gending karya kolaborasi Ir. Soekarno dan Ki. Nartosabdho]

Lancaran 45,  gending karya kolaborasi antara Ir. Soekarno (Presiden RI) dengan Ki. Nartosabdho. Lirik ditulis oleh Ir. Soekarno dan musik oleh Ki. Nartosabdho.
Gending perjuangan yang membangkitkan kemauan untuk berjuang guna mengisi kemerdekaan.

Galo kae genderane kumlebet angawe-awe
Abang putih Sang Dwiwarna iku lambang sejatine
Negara kita wus merdika, kang adhedhasar Pancasila
Dumadi kalaning tanggal, pitulas Agustus sasine
Nuju tahun sewu sangang atus patang puluh lima

Rambate rata hayu, holobis kontul baris
Rambate rata hayu, holobis kontul baris

Tumandang bareng maju, tunggal tekad rahayu
Merdika, merdika, merdika
Bumi klahiranku
Merdika, merdika, merdika
Wus tetep merdika

Artinya :
Lihatlah di sana, sang bendera telah memanggil
Merah putih Sang DwiWarna itu lambang yang sejati
Negara kita telah merdeka yang berdasarkan Pancasila
Terjadi pada waktu tanggal tujuh belas Agustus bulannya
Pada tahun 1945

artikan sendiri (sangat mendalam ini maknanya)

Bekerja maju bersama, menyatukan tekat kemakmuran
Merdeka, merdeka, merdeka
Bumi kelahiranku
Merdeka, merdeka, merdeka
Kita tetap MERDEKA

1 Comment

Filed under gendhing jawa, Musik